
KUNINGAN, (VOX) – Pendidikan di Kabupaten Kuningan kini ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Udin Khaerudin, Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdikbud Kuningan, yang hadir mewakili Kadisdikbud U Kusmana, S.Sos., M.Si. dalam Pelatihan Kader Lanjut (PKL) IV PC PMII Kuningan di Kebun Raya Kuningan.
Dalam paparannya bertema Analisis Kebijakan dan Pembangunan Daerah di Bidang Pendidikan, Dr. Udin menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci kemajuan daerah, bahkan lebih penting dibanding kekayaan alam. “Singapura bisa maju bukan karena sumber daya alam, melainkan karena membangun kualitas SDM. Inilah yang sejalan dengan visi Kuningan Melesat dari Bupati, yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas,” ujarnya.
Dr. Udin menegaskan bahwa di Kuningan, pendidikan tidak lagi berhenti sebagai jargon politik, melainkan dipraktikkan melalui berbagai kebijakan nyata. Salah satu pendekatan yang diusung adalah skema hexahelix, sebuah strategi pembangunan pendidikan yang melibatkan enam unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
“Skema ini memastikan pendidikan tidak berjalan sendiri. Semua pihak bergerak bersama sehingga kebijakan tidak hanya administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dr. Udin mengurai sejumlah kebijakan yang sedang dan akan dijalankan Disdikbud Kuningan :

Gerbang Sekolahku (Gerakan Bangkit Sekolahkan Anak Kuningan) untuk menekan angka anak tidak sekolah.
Muatan Lokal Gunung Ciremai, mengintegrasikan kearifan lokal dan pelestarian lingkungan ke dalam kurikulum.
English Day, program setiap Rabu untuk meningkatkan daya saing global siswa.
Mini Teater Edukatif (MTE), media pembelajaran berbasis digital untuk melatih critical thinking.
Program Pagi Ku cerahku, gerakan sapa pagi guru dan siswa demi menciptakan iklim belajar yang ramah.
Selain itu, Disdikbud juga menaruh perhatian pada rehabilitasi ruang kelas, peningkatan kualitas guru, serta pendidikan karakter di tengah tantangan era digital.
Kepada kader PMII, Dr. Udin menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis sekaligus kontributif dalam pembangunan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa kajian, analisis, dan gagasan mahasiswa harus diarahkan untuk mendukung kemajuan daerah. “Mahasiswa bukan hanya hadir di jalan untuk menyuarakan aspirasi, tapi juga di ruang diskusi untuk memberi solusi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan peran kalian sangat menentukan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dr. Udin juga menyampaikan pesan Kadisdikbud Kuningan yang berhalangan hadir. Kadisdikbud menyampaikan apresiasi kepada PMII Kuningan atas kontribusinya dan berharap kader PMII dapat menjadi garda terdepan dalam penguatan SDM daerah. “Pak Kadis menitipkan salam hormat dan berharap sahabat-sahabat PMII terus berperan sebagai mitra strategis dalam membangun Kuningan, terutama melalui jalur pendidikan,” ungkap Dr. Udin.
Dengan arah kebijakan yang jelas, inovasi yang berkelanjutan, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Disdikbud Kuningan menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak pembangunan. Pendidikan bukan hanya sarana mencetak lulusan, tetapi pondasi untuk mewujudkan Kuningan yang mandiri, berdaya saing, dan melesat ke depan.***












Tinggalkan Balasan