
KUNINGAN (VOX) – Pertemuan koordinasi dan advokasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) lintas program dan lintas sektor digelar di Aula BJB sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antarinstansi.(31/03/2026).
Program cek kesehatan gratis yang digulirkan pemerintah terus digenjot di Jawa Barat. Meski menyasar puluhan juta warga lintas usia, realisasi di lapangan hingga kini masih tergolong rendah dan jauh dari target.

Program yang telah berjalan sejak tahun lalu ini mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak sekolah, remaja, hingga dewasa dan lansia. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kementerian Agama, Universitas Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Islam Al-Ihya dan Universitas Bhakti Husada Indonesia.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Dr.H.Agah Nugraha, MKM, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar target ambisius dapat tercapai.
“Semua elemen harus bergerak, karena sasaran kita sangat luas, termasuk anak sekolah dan masyarakat umum,” ujarnya dalam rapat koordinasi, Senin (31/3/2026).

Berdasarkan data terbaru, dari total sekitar 51,6 juta penduduk Jawa Barat, pemerintah menargetkan minimal 46 persen atau sekitar 23,7 juta warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis pada 2025.
Namun hingga Maret 2026, capaian program baru menyentuh kisaran 3 hingga 4 persen. Data kumulatif menunjukkan baru sekitar 1,56 juta warga yang telah menjalani pemeriksaan, jauh di bawah target.
Di tingkat daerah, capaian pun bervariasi. Sejumlah wilayah seperti Kota Bogor dan Kota Banjar tercatat memiliki angka layanan relatif lebih tinggi, sementara daerah lain, termasuk Kabupaten Kuningan, masih perlu percepatan signifikan.
Pada segmen anak sekolah, capaian program juga belum optimal. Dari target sekitar 2,98 juta siswa di Jawa Barat, baru sekitar 184 ribu siswa yang telah menjalani pemeriksaan atau sekitar 6 persen.
Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan koordinasi dengan sekolah serta peningkatan partisipasi orang tua dan siswa dalam program tersebut.
Untuk mendorong partisipasi, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah teknis. Masyarakat diminta mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile, mengisi data diri, serta memilih jadwal pemeriksaan.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif guna mengantisipasi tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Saat akan menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), warga diwajibkan membawa identitas diri, serta dokumen pendukung seperti buku kesehatan bagi balita dan lansia.
Bagi peserta usia di atas 40 tahun, bahkan dianjurkan berpuasa 8–10 jam sebelum pemeriksaan laboratorium untuk hasil yang lebih akurat.
Rendahnya capaian saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Selain keterbatasan sosialisasi, partisipasi masyarakat yang masih rendah menjadi tantangan utama.
Pemerintah pun mendorong peran aktif TP PKK dan tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi langsung ke masyarakat, termasuk dalam pemeriksaan khusus yang membutuhkan pendekatan sensitif.
Dengan cakupan yang luas dan target besar, program cek kesehatan gratis diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Jawa Barat secara menyeluruh.***









Tinggalkan Balasan