
KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan tancap gas mempercepat penanaman padi menjelang penutupan Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target luas tambah tanam (LTT) yang menjadi bagian dari program nasional ketahanan pangan.
Hingga 26 Maret, capaian LTT di Kuningan telah menyentuh 86,99 persen dari target bulanan seluas 5.153 hektare. Sisa waktu yang tinggal beberapa hari dimanfaatkan maksimal agar target tidak bergeser ke bulan berikutnya.
Percepatan tersebut menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi bidang tanaman pangan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menegaskan bahwa target tanam yang ditetapkan pemerintah pusat harus dipenuhi sesuai periode berjalan.
“Target LTT ini bersifat bulanan dan sudah ditentukan secara nasional. Kalau tidak tercapai di bulan ini, maka sisanya akan menjadi beban di bulan berikutnya. Itu yang harus kita hindari,” ujarnya.
Ia menambahkan, sisa waktu di akhir Maret harus dimanfaatkan secara optimal dengan memastikan seluruh potensi lahan segera ditanami.

“Waktu yang tersisa harus kita kejar. Jangan sampai ada lahan yang sebenarnya siap, tapi belum dimanfaatkan,” katanya.
Menurut Wahyu, keberhasilan percepatan tanam sangat bergantung pada kerja lapangan, terutama peran penyuluh pertanian yang langsung mendampingi petani.
“Mereka ini ujung tombak. Mulai dari memastikan kesiapan lahan, distribusi benih, sampai mendampingi petani saat tanam, semuanya ada di lapangan,” jelasnya.
Selain percepatan tanam, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya akurasi data LTT. Seluruh capaian dilaporkan melalui sistem e-Pusluh secara berjenjang agar bisa dipantau secara real-time oleh pemerintah pusat.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal produksi, tapi juga soal data. Data yang akurat akan menentukan kebijakan yang tepat,” tegas Wahyu.
Dalam rapat tersebut juga dipaparkan sejumlah program dukungan LTT tahun 2026. Pada sektor padi, pemerintah menyiapkan bantuan benih, termasuk varietas unggulan, serta mendorong pola budidaya yang lebih efisien.
Pemkab Kuningan juga mengalokasikan anggaran melalui program BERNAS yang menyasar ratusan hektare lahan, sekaligus memperkuat pengembangan komoditas jagung.
Di sisi infrastruktur, dukungan difokuskan pada optimalisasi lahan, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, hingga penyediaan sistem pengairan seperti pompa dan pipanisasi.
Sementara itu, diversifikasi pangan juga terus diperluas melalui pengembangan komoditas ubi jalar, kacang hijau, dan kedelai.
Wahyu optimistis target LTT bulan Maret dapat tercapai dengan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga petani.
“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin target ini bisa kita capai. Kuningan harus tetap jadi salah satu penopang produksi pangan di Jawa Barat,” pungkasnya.
Upaya percepatan tanam ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.***









Tinggalkan Balasan