
KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perhubungan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan arus mudik dan arus balik pada Hari Raya Idulfitri 1447 H atau 2026 M. Pergerakan kendaraan pada masa libur Lebaran tahun ini diprediksi akan mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan H. Mochamad Nurdianto menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak dini melalui koordinasi lintas instansi guna menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik.
Hal tersebut disampaikan Nurdianto saat menjadi narasumber dalam program Jabar Hari Ini yang digelar di Command Center Diskominfo Kabupaten Kuningan, Rabu sore 11 Maret 2026. Program tersebut merupakan kolaborasi TVRI Jawa Barat dan Diskominfo Kabupaten Kuningan yang dipandu oleh host TVRI Jawa Barat Amelia Putri.
Nurdianto menjelaskan, pengaturan lalu lintas akan difokuskan pada sejumlah jalur utama yang biasa dilalui pemudik menuju Kabupaten Kuningan. Jalur tersebut antara lain berasal dari arah Bandung, Bekasi, Cikampek dan sejumlah daerah lain di wilayah Jawa Barat.
“Kami telah mempersiapkan skema pengaturan lalu lintas di jalur yang diprediksi dilalui pemudik. Koordinasi juga terus dilakukan bersama Polres Kuningan agar perjalanan masyarakat yang pulang kampung dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain jalur utama, perhatian juga diarahkan pada kawasan wisata yang biasanya mengalami lonjakan kunjungan saat libur Lebaran. Beberapa destinasi yang menjadi fokus pengaturan antara lain kawasan Palutungan, Linggarjati dan Waduk Darma.
Nurdianto menyebutkan bahwa pada musim libur sebelumnya jumlah wisatawan di kawasan Palutungan saja mencapai sekitar 16.000 pengunjung. Kondisi tersebut menuntut adanya pengaturan lalu lintas serta penyiapan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan.
“Kami menyiapkan jalur alternatif menuju kawasan wisata seperti melalui Cisantana, Cipari hingga jalur menuju kawasan Puncak Kuningan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan saat volume pengunjung meningkat,” katanya.
Upaya peningkatan keselamatan lalu lintas juga dilakukan melalui pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus yang akan digunakan selama masa angkutan Lebaran. Pemeriksaan tersebut meliputi sistem pengereman, lampu kendaraan hingga kelengkapan teknis lainnya.
“Bus yang telah lulus pemeriksaan akan diberikan stiker sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,” jelasnya.
Di sisi lain, pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load juga akan diperketat terutama pada periode H minus 5 hingga H plus 4 Lebaran untuk meminimalkan potensi gangguan lalu lintas maupun risiko kecelakaan.
Untuk mendukung pengamanan arus mudik, Dishub bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan serta BPBD akan menyiapkan tujuh titik posko pengamanan di sejumlah wilayah. Posko tersebut berada di Cilimus, Kadugede, Ciawi, Cibingbin, kawasan Tugu Ikan, Taman Kota Kuningan serta Terminal Tipe A Kertawangunan.
“Di setiap posko terdapat petugas gabungan yang berjaga selama 24 jam. Selain itu tersedia juga layanan kesehatan dari puskesmas terdekat untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami pemudik,” ungkapnya.
Dishub juga menggandeng masyarakat sekitar kawasan wisata untuk menyediakan kantong parkir tambahan dengan memanfaatkan lahan kosong. Langkah ini dilakukan agar kendaraan wisatawan tidak menggunakan bahu jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Diskominfo menyediakan layanan pemantauan kondisi lalu lintas secara daring melalui jaringan CCTV yang dapat diakses masyarakat melalui laman resmi pemerintah daerah.
“Dengan kesiapan sarana, koordinasi lintas instansi serta dukungan masyarakat untuk tertib berlalu lintas, kami berharap arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, lancar dan selamat,” pungkas Nurdianto.***









Tinggalkan Balasan