KUNINGAN, (VOX) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi bahan obrolan panas di lapangan. Seorang orang tua murid dari salah satu TK di Kabupaten Kuningan mengeluhkan isi porsi MBG yang diterima anaknya untuk jatah Jumat dan Sabtu. Dalam foto yang diterima Vox, paket itu berisi biskuit empat potong, susu full cream 125 ml dua kotak, satu buah pir dan dua buah jeruk.

Menu ini dianggap terlalu kering dan jauh berbeda dibanding sekolah lain yang disebut menerima roti, telur bahkan keju. “Yang lain ada yang dapat roti dan telor bahkan keju, ini mah ngga,” ujarnya kepada Vox pada Kamis (11/12).

Kesenjangan ini terasa bertolak belakang dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang menegaskan program MBG harus memenuhi unsur kualitas sekaligus kuantitas. Bahkan, Dedi sudah mengeluarkan peringatan keras bagi penyelenggara layanan MBG, termasuk SPPG.


dilansir dari Kompas.com “Yang pertama sanksi administratif. Yang kedua, pemberhentian kerja sama sebagai mitra. Yang ketiga, proses pidana korupsi, Proses pidana korupsi ini karena ada uang yang digelapkan yang tidak disajikan dalam bentuk bahan pangan yang seharusnya diterima oleh siswa,” kata Dedi saat wawancara di Gedung Bale Pakuan, Kota Bogor, Senin (29/9/2025).

Peringatan ini menambah tekanan moral sekaligus hukum bagi pihak terkait agar tidak bermain-main dalam urusan gizi anak. Di tingkat bawah, orang tua murid masih berharap pemerintah memastikan distribusi menu berjalan adil, tidak bergantung pada lokasi sekolah atau kualitas vendor.

Vox telah mencoba mengonfirmasi keluhan ini kepada Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Kuningan, Nisa Rahmi, melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons.

Ketimpangan semacam ini berpotensi menggerus kepercayaan publik pada program yang seharusnya menjadi investasi masa depan. Perbaikan standar dan pengawasan menjadi kunci agar semangat pemerataan gizi benar-benar terasa di ruang kelas.***