
KUNINGAN, (VOX) – Satuan Tugas P3MBG Kecamatan Kuningan memberikan teguran keras kepada SPPG Ciporang 2 setelah munculnya aduan masyarakat terkait temuan ulat dalam makanan program Makan Bergizi Gratis yang diterima siswa SDN di wilayah Ciporang.
Kasatgas P3MBG Kecamatan Kuningan yang juga Camat Kuningan, Deni Hamdani, langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi SPPG Ciporang 2 yang berada di belakang Bhinneka Shuttle, Jumat 10 April 2026. Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas laporan yang beredar melalui media.
“Atas nama Kasatgas P3MBG kabupaten, saya bergerak cepat melakukan penelusuran dan mendapatkan pengakuan dari pihak SPPG tersebut,” ujar Deni kepada VOX.
Dalam sidak tersebut, pihak kecamatan turut melibatkan Lurah Ciporang, Dadi. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Kepala SPPG Ciporang 2 yang juga menjabat sebagai Korwil SPPI Kecamatan Kuningan, Galadhea Yadin, menyampaikan kepada satgas MBG bahwa dugaan sementara insiden tersebut terjadi akibat kelalaian dalam proses pencucian bahan baku atau ompreng.
Temuan ini memicu perhatian serius dari pihak kecamatan. Deni Hamdani menegaskan agar pengelola SPPG segera melakukan evaluasi menyeluruh dan meningkatkan standar keamanan pangan, terutama karena program tersebut menyasar anak-anak sekolah.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila kejadian serupa kembali terulang, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan tindakan lebih lanjut sebagai bentuk penegakan tanggung jawab.
Di sisi lain, sikap Kepala SPPG Ciporang 2, Galadhea Yadin, yang tidak memberikan respons saat dikonfirmasi VOX turut menuai kritik. Sebagai pengelola program yang bersumber dari anggaran negara, sikap tertutup terhadap media dinilai tidak mencerminkan prinsip keterbukaan informasi publik.
Media memiliki hak untuk memperoleh penjelasan yang utuh, terlebih dalam isu yang menyangkut keamanan konsumsi siswa serta pengelolaan dana publik. Ketertutupan justru berpotensi menimbulkan spekulasi di ruang publik dan memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan program tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi kejadian maupun langkah perbaikan yang dilakukan.***












Tinggalkan Balasan