
KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar secara resmi membuka opening Diva Pujasera BUMDes Mustika Jaya Kasturi, Sabtu (8/11/2025), dengan prosesi gunting pita sebagai tanda peresmian.
Acara ini juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Camat Kuningan, Kapolsek Kuningan, serta Kepala Desa Kasturi beserta jajaran perangkat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa dan BUMDes Mustika Jaya Kasturi yang telah berhasil mengubah lahan tidur menjadi kawasan produktif dan inovatif.
Menurut Bupati, BUMDes yang dikelola dengan profesional, terencana, serta berbasis riset dan inovasi akan mampu mendorong kemajuan ekonomi desa dan membuka lapangan kerja baru. “Hari ini saya melihat BUMDes yang manfaatnya bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial. Ini memberikan kesempatan kepada masyarakat lain untuk berkembang. Ketika dikelola dengan profesional dan inovatif, saya yakin BUMDes akan tumbuh,” ujar Bupati Dian Rachmat Yanuar.
BUMDes Mustika Jaya Kasturi saat ini mengelola dua sektor unggulan, yaitu Pujasera Diva (pusat kuliner dan UMKM desa) serta Greenhouse melon premium.

Keduanya dikembangkan di atas ex lahan tidur yang sebelumnya tidak termanfaatkan dan kini menjadi ikon ekonomi baru Desa Kasturi. “Awalnya ini lahan tidur yang kami bersihkan dan kelola. Alhamdulillah, meskipun baru soft opening dan belum genap sebulan, omzet BUMDes sudah mencapai Rp15 juta, di luar dugaan kami,” ungkap Kepala BUMDes Kasturi, Deni Sudistriadi.

Bupati juga sempat mencicipi langsung beberapa produk kuliner dan minuman hasil olahan warga yang dijual di Pujasera Diva, serta meninjau greenhouse budidaya melon premium.
Beliau mencoba beberapa varian, termasuk Amigua asal Tiongkok, yang dinilainya sangat manis dan berkualitas tinggi. “Saya coba varian Amigua, rasanya manis sekali, dan ternyata semua sudah sold out. Ini luar biasa, bahkan sampai kekurangan stok,” ujar Bupati sambil tersenyum.
BUMDes Mustika Jaya Kasturi membudidayakan enam varietas melon premium, yaitu Intanon (Thailand), Amigua (Tiongkok), Fujisawa (Jepang), Kantalop (Persia), Dalmation, dan Lavender.
Kehadiran greenhouse modern ini sekaligus menjadi daya tarik wisata baru berbasis agrowisata edukatif, yang saat ini bahkan sudah menarik pembeli dari luar daerah seperti Jakarta, Depok, Tegal, dan Cirebon.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan pesan inspiratif bagi seluruh pengelola BUMDes di Kabupaten Kuningan agar terus berinovasi dan tidak takut untuk mencoba hal baru. “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Walaupun BUMDes Kasturi ini baru seumur jagung, tapi sudah menunjukkan hasil nyata. Ini contoh nyata bahwa desa bisa menjadi motor ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kasturi menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan seluruh OPD terkait yang telah mendukung pengembangan BUMDes.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BUMDes menjadi kunci utama keberhasilan ini.Kegiatan peresmian diakhiri dengan sesi foto bersama dan peninjauan area pujasera serta greenhouse, diiringi suasana hangat dan penuh semangat gotong royong warga.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten, BUMDes Mustika Jaya Kasturi kini resmi menjadi model pemberdayaan ekonomi desa berbasis inovasi, riset, dan digitalisasi pertanian.***












Tinggalkan Balasan