KUNINGAN(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Padaringan edisi ke-4 di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah, Camat Sindangagung Devi Ardeni, unsur perangkat daerah, distributor, petani, serta masyarakat setempat yang antusias memanfaatkan program tersebut.

Dalam sambutannya, Wabup Tuti Andriani menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi dinamika harga pangan, terutama saat Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat signifikan.

“Stabilitas harga bukan hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga harus hadir di desa-desa. Daya beli masyarakat harus tetap terjaga agar Ramadan dapat dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, GPM Padaringan merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta petani dan pelaku usaha lokal. Berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga intervensi yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.

“Ini bukan dibagikan gratis, tetapi dijual dengan harga adil dan terjangkau. Kita ingin menjaga keseimbangan pasar sekaligus menjaga martabat masyarakat,” tegasnya.

Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah MELESAT yang menitikberatkan pada sistem pangan terencana, pemberdayaan pelaku usaha lokal, keberlanjutan rantai pasok, penguatan nilai keagamaan, serta ketangguhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa Babakanreuma menjadi lokasi keempat pelaksanaan GPM Padaringan selama Ramadan.

Ia memaparkan, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan. Telur ayam dijual Rp29.500 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sekitar Rp32.000. Daging sapi dijual Rp120.000 per kilogram, sementara harga pasar mencapai Rp150.000 per kilogram.

“Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Biasanya saat Ramadan harga mulai merangkak naik, sehingga pemerintah hadir memberikan stimulan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Selama Ramadan, Pemkab Kuningan menargetkan sedikitnya 15 kali pelaksanaan GPM di 15 kecamatan secara bergiliran. Bahkan, satu titik tambahan akan digelar di Pendopo Kabupaten pada 12 Maret mendatang guna menjangkau masyarakat yang belum terlayani.

Kepala Desa Babakanreuma, H. Dajat, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Babakanreuma, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati dan jajaran. Mudah-mudahan pasar murah ini benar-benar memberi manfaat dan membantu warga kami,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Gerakan Pangan Murah Padaringan diharapkan menjadi instrumen nyata pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan daya beli masyarakat Kabupaten Kuningan selama Ramadan.***