
VOXPOPULI.CO.ID – Owner IMANE Thailand, Thakkhasit Jittiwaniich atau yang akrab disapa “Bos Tai”, berkunjung ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026).
Bos Tai datang bersama keluarga dan timnya untuk melihat langsung perkembangan futsal di Kuningan sekaligus memperkuat kerja sama dengan Proton FC.
Kunjungan diawali dengan mendatangi Marshall Futsal. Di lokasi tersebut, Bos Tai melihat langsung sesi latihan Proton FA dan bertemu dengan President Proton FC Thony Indra Gunawan serta Owner Proton FC Indah Sri Nurjanah.
Setelah melihat proses latihan, rombongan kemudian bertolak ke GOR Ewangga Kuningan untuk menyaksikan pertandingan dalam ajang Proton Super Cup 2026.
Bos Tai mengaku mendapatkan kesan positif sejak pertama kali datang ke lingkungan Proton. Ia menyebut suasana kekeluargaan dan keramahan orang-orang di Proton membuatnya merasa nyaman.

“Pertama kali saya datang ke Proton, yang saya rasakan adalah seperti berada di dalam keluarga. Keramahannya sangat baik dan orang-orangnya juga sangat ramah,” ujar Bos Tai.
Setelah menyaksikan pertandingan, Bos Tai juga melihat potensi besar yang dimiliki pemain-pemain muda Jawa Barat.
“Saya bisa melihat potensi besar dari anak-anak Jawa Barat. Saya berharap IMANE dan Proton bisa membawa seluruh talenta futsal Jawa Barat mencapai target yang mereka inginkan,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, IMANE Thailand tidak hanya memberikan dukungan kepada Proton FC dalam bentuk perlengkapan. Seluruh apparel, jersey dan produk yang digunakan pemain di dalam maupun luar lapangan akan mendapat dukungan dari IMANE.
“Yang pertama adalah seluruh apparel, jersey, serta perlengkapan yang digunakan pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan, akan kami dukung dan suplai,” ungkapnya.
Dukungan juga diarahkan pada pengembangan akademi dan pemain muda. IMANE akan membawa pengetahuan serta pengalaman yang selama ini dikembangkan melalui akademi futsal di Thailand untuk membantu meningkatkan kualitas pemain Proton.
“Kami akan mencoba membawa pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki kepada anak-anak agar mereka bisa berkembang. Mudah-mudahan suatu hari nanti mereka bisa menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia,” tuturnya.
Tidak hanya pemain, program pengembangan juga menyasar pelatih dan tenaga pendukung seperti fisioterapis. Bos Tai membuka peluang bagi pelatih, pemain maupun tenaga fisio Proton untuk belajar langsung ke Thailand.

“Bukan hanya pemain, pelatih juga bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama IMANE. Bahkan pemain dan tenaga fisio juga bisa datang ke Thailand untuk mempelajari apa yang selama ini sudah kami kembangkan,” jelasnya.
Peluang pengembangan tersebut bahkan tidak terbatas di Thailand. Bos Tai menyebut adanya kemungkinan membawa insan Proton untuk belajar ke negara lain, termasuk kawasan Eropa.
“Tentu saja ada peluang untuk membawa orang-orang Proton ke Thailand. Bahkan tidak hanya Thailand. Bisa lebih jauh lagi, mungkin ke Eropa,” katanya.
Menurutnya, IMANE memiliki koneksi dengan sejumlah negara di Eropa, termasuk Spanyol. Hal tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi insan futsal Proton.
Usai menyaksikan pertandingan Proton Super Cup 2026, Bos Tai menilai fondasi futsal di Jawa Barat sudah cukup baik, namun masih membutuhkan pengembangan secara berkelanjutan.
“Setelah melihat pertandingan hari ini, menurut saya fondasinya sudah ada. Tetapi masih perlu didorong dan ditingkatkan. Semuanya harus menjadi lebih baik. Saya yakin anak-anak di Jawa Barat bisa berkembang menjadi pemain-pemain yang luar biasa,” ujarnya.
Bos Tai juga menjelaskan alasan IMANE memilih Proton FC sebagai salah satu mitra kerja sama. Menurutnya, Proton memiliki visi jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada kemenangan.
“Alasan kami memilih Proton adalah karena mereka memiliki fondasi dan pola pikir untuk masa depan. Mereka memiliki rencana jangka panjang. Bukan hanya ingin menang, tetapi juga ingin mengembangkan anak-anak dan masyarakat Jawa Barat melalui futsal,” katanya.
Ia menilai visi Proton FC bersama Thony Indra Gunawan memiliki kesamaan dengan arah pengembangan yang dibawa IMANE.
“Saya melihat visi Proton dan Pak Tony bukan hanya membangun sebuah tim futsal. Ada visi yang lebih besar untuk mengembangkan olahraga dan para pemain. Karena itu kami merasa visi Proton sangat cocok dengan apa yang ingin kami bawa melalui IMANE,” ungkapnya.
IMANE sendiri sebelumnya telah memiliki pengalaman bekerja sama dengan sejumlah tim futsal di Indonesia. Di antaranya Black Steel dan Fafage, serta tim Mimika. Kini Proton FC menjadi salah satu tim yang masuk dalam jaringan kerja sama IMANE.
Kunjungan Bos Tai ke Kuningan menjadi momentum untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pembinaan pemain muda, peningkatan kapasitas pelatih dan tenaga pendukung, serta pertukaran pengetahuan dengan akademi dan praktisi futsal di Thailand maupun negara lainnya.
Kerja sama IMANE Thailand dan Proton FC diharapkan tidak hanya berdampak pada prestasi tim, tetapi juga memperkuat fondasi pembinaan futsal di Kuningan dan Jawa Barat secara jangka panjang.***












Tinggalkan Balasan