VOXPOPULI.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan angkat suara terkait peristiwa penganiayaan yang terjadi di kawasan Taman Kota, terlebih lokasi kejadian berada tidak jauh dari Pos Informasi Satpol PP.

Kasatpol PP Kuningan Budi Alimudin melalui Kasi Operasi dan Pengendalian (Kasiops) Satpol PP, Tanto Raharjo Sawito, menjelaskan bahwa petugas tidak dapat langsung memantau lokasi kejadian karena pandangan dari Pos Informasi menuju titik penganiayaan terhalang tembok.

Selain itu, kondisi Taman Kota yang hampir setiap malam ramai dikunjungi masyarakat membuat situasi keramaian pada malam kejadian tidak langsung teridentifikasi sebagai sebuah tindak kekerasan.

“Lokasi kejadian memang dekat dengan Pos Informasi, namun arah pandang petugas ke lokasi tertutup tembok. Ditambah kondisi Taman Kota yang selalu ramai sehingga keramaian malam itu tidak langsung terlihat sebagai sebuah kejadian penganiayaan,” ujar Tanto kepada vox, Rabu (24/06).

Ia menjelaskan, petugas baru mengetahui adanya insiden setelah korban dibawa ke Pos Informasi Satpol PP untuk mendapatkan pengamanan. Padahal sebelumnya petugas sudah melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.

Setelah menerima laporan dan mengetahui situasi yang berkembang, Satpol PP segera mengambil langkah cepat dengan menjemput korban serta menghubungi pihak Kepolisian untuk membantu mengendalikan situasi.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang maupun untuk mencegah aksi lanjutan, Satpol PP Kuningan melakukan penebalan personel di kawasan Taman Kota hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.

Tanto juga mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan sarana pendukung pengamanan di kawasan tersebut. Menurutnya, Pos Informasi Satpol PP seharusnya dilengkapi monitor CCTV yang terhubung langsung dengan kamera pengawas di area taman.

Namun hingga saat ini fasilitas tersebut belum tersedia. Bahkan pemasangan CCTV di seluruh sudut Taman Kota juga belum sepenuhnya terealisasi.

Satpol PP berharap ketersediaan fasilitas CCTV yang lebih memadai untuk menunjang tugas pengamanan, khususnya di lokasi-lokasi keramaian yang memiliki potensi terjadinya gangguan ketertiban maupun tindak kriminalitas.

Dengan dukungan sistem pengawasan yang lebih baik, petugas di lapangan diharapkan dapat merespons setiap kejadian secara lebih cepat sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat semakin terjaga.***