
VOXPOPULI.CO.ID – Mahasiswa KKN Kolaboratif 3 Desa Gewok menggelar penyuluhan penanganan stunting di Aula Balai Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta keterlibatan keluarga dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Penyuluhan dihadiri Camat Garawangi Maryanto, S.STP., M.Si., Kepala Desa Gewok Iis Agustiani, Bidan Desa Gewok Marya Imaculata, S.ST., jajaran pemerintah desa, mahasiswa KKN Kolaboratif 3, serta masyarakat, terutama para ibu yang memiliki balita.
Dalam sambutannya, Camat Garawangi Maryanto menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembangunan desa.
“Pembangunan ekonomi di desa merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan pemanfaatan sumber daya, lingkungan, serta perkembangan teknologi dan digitalisasi,” ujar Maryanto.

Ia juga mendorong pemerintah dan masyarakat desa untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai potensi desa dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Desa juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkan dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi, diharapkan berbagai potensi desa dapat semakin dikenal, dikembangkan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Gewok Iis Agustiani mengungkapkan bahwa persoalan stunting masih menjadi perhatian di wilayahnya. Saat ini, kata dia, masih terdapat sekitar 20 anak yang mengalami stunting di Desa Gewok.
Karena itu, ia menilai keterlibatan keluarga, khususnya orang tua, sangat diperlukan dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi.
Iis juga mengingatkan para ibu agar Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang telah disediakan benar-benar diberikan kepada anak dan dikonsumsi sebagaimana mestinya.
“Ketika PMT diberikan, kami berharap langsung diberikan kepada anak untuk dimakan. Kalau kebiasaan baik ini terus dilakukan setiap hari, mudah-mudahan jumlah anak yang mengalami stunting dapat terus berkurang,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bidan Desa Gewok Marya Imaculata juga memberikan arahan kepada mahasiswa KKN mengenai sasaran utama penyuluhan. Edukasi dinilai perlu diarahkan terutama kepada para ibu yang memiliki balita, khususnya keluarga dengan anak yang mengalami stunting.
Peran orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan secara optimal. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh melalui penyuluhan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diterapkan dalam pola pengasuhan dan kehidupan keluarga sehari-hari.
Ketua panitia kegiatan, Khoirunnisa, mengatakan penyuluhan penanganan stunting merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga di Desa Gewok.
“Kita semua menyadari bahwa pemenuhan gizi yang seimbang dan penerapan pola hidup bersih merupakan fondasi utama dalam mencegah berbagai masalah kesehatan, termasuk menekan angka stunting pada anak-anak kita,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperoleh informasi kesehatan yang tepat sekaligus berdiskusi secara langsung dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan.
“Kami berharap masyarakat dapat mendapatkan edukasi yang tepat langsung dari ahlinya. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu, bertanya langsung kepada pemateri, dan berdiskusi demi kebaikan tumbuh kembang anak-anak serta kesehatan keluarga kita,” tambahnya.
Khoirunnisa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk para donatur dan panitia.
“Perubahan besar menuju desa yang sehat selalu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang baik di dalam rumah,” pungkasnya.
Anggota KKN Kolaboratif 3, Ahmad Novaldi, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa. Ia mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan penyuluhan.
“Kami sangat bersyukur dan terharu karena kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Melihat antusiasme masyarakat, khususnya para ibu yang hadir, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga apa yang disampaikan dalam kegiatan ini benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi keluarga di Desa Gewok,” ujarnya.
Menurut Ahmad, penyuluhan stunting bukan sekadar program kerja mahasiswa KKN. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan keluarga dan pentingnya pencegahan stunting.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat. Terlebih, penanganan stunting membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang sesuai serta pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembangnya.
Dengan adanya penyuluhan tersebut, KKN Kolaboratif 3 Desa Gewok berharap pengetahuan masyarakat mengenai stunting semakin meningkat dan dapat mendorong perubahan kebiasaan di tingkat keluarga.
Upaya tersebut diharapkan turut mendukung langkah Desa Gewok dalam menekan jumlah anak yang mengalami stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.***









Tinggalkan Balasan