KUNINGAN,(VOX) – Semangat pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kreatif bergema dalam kegiatan Teras Kartini yang digagas Dekranasda Kabupaten Kuningan. Program ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM perempuan untuk naik kelas, tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.(22/04).

Ketua Dekranasda Kuningan, Hj. Ela Helayati, menegaskan bahwa Teras Kartini merupakan akronim dari Temu Rasa dan Karya Wanita Inspiratif. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan kolektif untuk mempertemukan ide, empati, dan kreativitas perempuan perajin.

“Produk yang baik saja tidak cukup, harus lahir dari gagasan yang visioner dan kolaboratif. Kami ingin dari ruang ini lahir produk unggulan Kuningan yang mampu tampil di panggung nasional,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari Dian Rachmat Yanuar yang hadir langsung memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa sektor ekonomi membutuhkan pendekatan baru berbasis inovasi dan jiwa kewirausahaan.

“Birokrasi itu jangan stagnan. Harus punya jiwa entrepreneur, mampu melihat peluang dan menciptakan hal baru. UMKM Kuningan harus naik kelas,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya penataan kawasan Teras Kartini agar lebih menarik dan memiliki identitas kuat sebagai etalase produk lokal. Ia mengusulkan desain ulang dengan sentuhan etnik khas Kuningan, penataan kios yang lebih hidup, serta integrasi antara kerajinan, kuliner, dan hiburan.

“Kalau tampilannya menarik, orang akan datang. Ini harus jadi pusat oleh-oleh khas Kuningan, bukan sekadar tempat jualan biasa,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya strategi bisnis yang jelas, terutama dalam menentukan segmentasi pasar. Menurutnya, setiap kawasan ekonomi harus memiliki karakter dan target pengunjung yang spesifik agar mampu berkembang secara optimal.

Dalam konteks Hari Kartini, Bupati menegaskan peran strategis perempuan tidak hanya sebagai pengurus rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan penjaga nilai dalam keluarga.

“Perempuan itu penopang ekonomi keluarga, penjaga moral, sekaligus inspirasi bagi anak-anaknya. Maka harus berani bermimpi besar dan memulai usaha,” ujarnya.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi. Media sosial, menurutnya, harus menjadi alat produktif untuk memperluas pasar, bukan sekadar konsumsi hiburan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjutnya, berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk berkembang, termasuk melalui inovasi program dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

Kegiatan Teras Kartini pun diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi berbasis perempuan di Kuningan. Dengan kolaborasi yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta keberanian untuk memulai, UMKM Kuningan diyakini mampu menembus pasar nasional.

Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani.***