
VOXPOPULI.CO.ID – Pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan melalui percepatan program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Langkah tersebut menjadi salah satu prioritas yang dibahas Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti melaporkan capaian program revitalisasi sekolah yang telah berjalan secara masif. Setelah berhasil menyelesaikan revitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan pada tahun sebelumnya, pemerintah kini menargetkan perbaikan puluhan ribu sekolah tambahan di seluruh Indonesia sepanjang 2026.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan semakin layak. Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, baik negeri maupun swasta.
“Program revitalisasi ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian daerah karena pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.
Kemendikdasmen memperkirakan pelaksanaan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan sepanjang tahun ini mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja. Peluang kerja tersebut akan tersebar di berbagai daerah dengan masa pekerjaan berkisar antara tiga hingga delapan bulan.

Dampak program tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Banyak sekolah yang selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan fasilitas kini mulai mendapatkan perhatian melalui perbaikan ruang belajar, sanitasi, hingga sarana penunjang pendidikan lainnya.
Abdul Mu’ti mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program revitalisasi sekolah sangat tinggi. Menurutnya, berbagai kunjungan ke daerah menunjukkan bahwa masyarakat menyambut baik komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur sekolah, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan unggul. Program ini dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama yang mengintegrasikan standar pendidikan berkualitas dengan fasilitas modern.
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi. Sejumlah lokasi telah melalui proses seleksi dan sebagian akan mulai beroperasi memanfaatkan fasilitas milik Kemendikdasmen sebelum pembangunan gedung permanen dilakukan.
Salah satu sekolah juga akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara beberapa sekolah lainnya akan dibangun di daerah yang telah memenuhi kriteria dan kebutuhan pengembangan pendidikan unggulan.
Program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas, pemerintah berharap seluruh anak bangsa, baik di perkotaan maupun pelosok daerah, memperoleh kesempatan belajar yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.***












Tinggalkan Balasan