VOXPOPULI.CO.ID – Polemik revitalisasi monumen Bola Dunia di Kabupaten Kuningan kembali mendapat perhatian. Di tengah perdebatan mengenai revitalisasi, konsep pembangunan hingga penggunaan anggaran, Keluarga Besar Komando Inti Mahatidana (Koti) MPC Pemuda Pancasila Kuningan menyampaikan sikap agar dinamika tersebut tidak berujung pada tindakan pengrusakan fasilitas.

Sikap tersebut disampaikan Dankoti MPC Kuningan, Asep Hermansyah, yang hadir didampingi Wadan serta para Kabag Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan, di MPC PP Kuningan, Minggu (06/09).

Asep menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk terkait revitalisasi Bola Dunia, menurutnya tetap dapat dilakukan secara bebas. Namun, ia meminta seluruh pihak menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.

“Untuk Bung Atang boleh aspirasi bebas, cuman tolong jangan ada pengrusakan,” ujar Asep Hermansyah.

Menurutnya perbedaan pandangan Atang mengenai revitalisasi Bola Dunia merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.

Asep menilai persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah. Dengan demikian, perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat Kabupaten Kuningan, apalagi sampai terjadi pengrusakan.

“Kami sebagai warga Kabupaten Kuningan siap menjaga keamanan, kenyamanan dan ketentraman di Kabupaten Kuningan,” tegasnya.

Selain meminta agar tidak terjadi pengrusakan, Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan juga berharap Saudara Atang dapat menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana.

Koti PP Kuningan berharap Saudara Atang dapat mengakui kesalahan apabila memang terdapat tindakan atau pernyataan yang dinilai keliru, kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

“Kami minta saudara Atang mengakui kesalahan dan kekhilafan yang diperbuat, sampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik” ujarnya.

Menurut Asep, langkah tersebut dinilai penting untuk meredakan polemik dan menjaga suasana tetap kondusif. Permohonan maaf secara terbuka juga diharapkan dapat menjadi bentuk tanggung jawab moral atas pernyataan maupun tindakan yang telah menimbulkan reaksi di tengah masyarakat.

Asep menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Yang menjadi perhatian adalah jangan sampai kritik atau perbedaan pendapat dilakukan dengan cara yang berujung pada pengrusakan.

Menurutnya, keamanan dan ketenteraman daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta ikut menjaga kondusivitas Kabupaten Kuningan di tengah polemik yang berkembang.

Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan, kata Asep, siap mengambil bagian dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan ketenteraman masyarakat.

Polemik Bola Dunia sendiri kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan fisik monumen. Perdebatan telah berkembang pada isu konsep revitalisasi, fungsi pembangunan, penggunaan anggaran serta keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan berharap seluruh pihak dapat menyampaikan aspirasi secara tertib dan mengedepankan musyawarah. Dengan begitu, perbedaan pandangan terkait revitalisasi Bola Dunia dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerusakan maupun konflik di tengah masyarakat.

Koti PP Kuningan juga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara dewasa, dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan saling menjaga kondusivitas di Kabupaten Kuningan.***