
KUNINGAN, (VOX) – Jika ada yang mengira kompetisi sepak bola kasta terbawah Indonesia minim drama, mereka harus melihat apa yang terjadi di babak 64 besar Liga 4 Piala Presiden 2026 Putaran Nasional.
Kompetisi yang mempertemukan klub-klub akar rumput dari Sabang sampai Merauke ini baru saja menyelesaikan fase grup yang sangat intens, menyisakan 32 tim terbaik yang resmi mengemas koper mereka untuk melaju ke fase gugur berikutnya. Di antara nama-nama yang lolos, Pesik Kuningan berhasil mencuri panggung utama setelah keluar sebagai jawara Grup A.
Bermain di fase seketat 64 besar nasional menuntut konsistensi tinggi sejak menit pertama. Pesik Kuningan membuktikan hal tersebut dengan menyabet status Juara Grup A setelah mengoleksi 6 poin dari tiga laga yang dimainkan.
Anak-anak Kuningan sukses mengamankan dua kemenangan penting dan hanya sekali tergelincir, didukung oleh agresivitas lini depan yang berbuah manis dengan catatan selisih gol +2. Menariknya, posisi runner-up justru menyajikan drama tersendiri di mana PS Badung Bali berhak mendampingi Pesik Kuningan ke babak 32 besar dengan raihan 4 poin dan selisih gol +3, mengungguli produktivitas gol dari Villa 2000 B yang memiliki poin sama namun harus tersingkir bersama Persiwah di posisi juru kunci.
Melirik daftar tim yang lolos, babak 32 besar nanti akan menjadi miniatur sepak bola Indonesia yang sesungguhnya karena representasi klub tersebar merata dari ujung barat Jawa hingga tanah Papua, menciptakan tantangan logistik sekaligus adu gengsi antar-gaya sepak bola daerah. Jawa Barat sendiri mengirimkan representasi kuatnya melalui Pesik Kuningan, Cimahi United, Persikotas Tasikmalaya, hingga Persigar Garut. Namun, mereka akan langsung diuji oleh kekuatan tradisional Jawa Timur dan determinasi tinggi tim-tim luar pulau Jawa.

Berikut adalah daftar 32 tim yang berhasil mengamankan tiket babak selanjutnya secara berurutan dari nomor 1 sampai 32:
PESIK Kuningan (Jabar), PS Badung (Bali), Makassar City (Sulsel), PERSEMAR Martapura (Kalsel), Cimahi United (Jabar), 757 Kepri Jaya FC (Kep. Riau), Wahana FC Pekanbaru (Riau), PERSIBANGGA Purbalingga (Jateng), PERSMA 1960 Manado (Sulut), MRC Bulukumba (Sulsel), PSN Ngada (NTT), PERSIKOTAS Tasikmalaya (Jabar), PERSIMAJU Mamuju (Sulbar), Unaaha FC Konawe (Sultra), PERSENGA Nganjuk (Jatim), PSP Padang (Sumbar), PERSEBI Boyolali (Jateng), PERSIPANI Paniai (Papua Tengah), Porsiba FC Tanjung Enim (Sumsel), Wamena United (Papua Pegunungan), Celebest FC Palu (Sulteng), PERSIKER Keerom (Papua), PERSINGA Ngawi (Jatim), PERSADA Sumba Barat Daya (NTT), PERSIKOBA Kota Batu (Jatim), PERSIHARJO Sukoharjo (Jateng), Pasuruan United (Jatim), PERSIGAR Garut (Jabar), PERSEPAM Pamekasan (Jatim), PERSAK Kebumen (Jateng), PERSID Jember (Jatim), dan PERSEMAY Maybrat (PBD).
Di sinilah letak keindahan Liga 4 yang mampu memotong sekat narasi sepak bola tanah air yang biasanya didominasi klub-klub mapan Liga 1. Melalui ajang ini, kita bisa melihat klub seperti Persemay Maybrat dari Papua Barat Daya, Wamena United, hingga PSN Ngada dari NTT berkesempatan satu lapangan dengan tim-tim yang sedang merintis jalan kembali ke kejayaan seperti Celebest FC Palu atau Persepam Pamekasan.
Ketahanan fisik, kedalaman skuad, dan kemampuan adaptasi cuaca ekstrem saat berpindah kota akan menjadi variabel penentu di babak 32 besar karena tim yang hanya mengandalkan bakat individu tanpa strategi pemulihan yang matang dipastikan akan rontok di tengah jalan. Bagi Pesik Kuningan, euforia juara grup harus segera dilipat karena di babak knock-out nanti, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan sekecil apa pun jika impian menembus Liga 3 ingin tetap terjaga.***












Tinggalkan Balasan