
VOXPOPULI.CO.ID – Manajemen Pesik Kuningan mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 3 Nusantara. Selain membangun kekuatan skuad, tim berjuluk Laskar Kuda Ciremai itu mulai menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Solo.
Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, mengatakan sebagian pemain dari luar daerah sudah berada di Solo untuk mengikuti program pemusatan latihan. Pelatih, direktur teknik, dan jajaran manajemen teknis Pesik juga telah berada di Solo untuk memulai persiapan tim.
“Persiapan pemain insyaallah, kita sudah. Malah sekarang sudah di Solo. Tapi baru sebagian, nanti bergelombang. Dari pemain-pemain luar kota itu sudah masuk ke Solo,” ujar Nono saat dikonfirmasi Voxpopuli, Senin (21/9/2026).
Menurut Nono, keberadaan tim pelatih dan manajemen teknis di Solo menjadi bagian dari persiapan awal sebelum seluruh pemain bergabung dalam program latihan.
Dalam menghadapi Liga 3 Nusantara, manajemen Pesik Kuningan tengah menyusun komposisi skuad dengan tetap memberikan ruang bagi pemain lokal Kuningan.

Namun, kebutuhan kompetisi membuat Pesik harus memastikan pemain yang direkrut memiliki kesiapan untuk bersaing.
“Pemain Kuningan lokal Kuningan insyaallah diakomodir, cuma mungkin tambahannya tetap didatangkan lagi karena ini Liga 3, otomatis pemainnya juga harus pemain-pemain yang siap untuk bersaing di Liga 3,” kata Nono.
Sejumlah pemain baru juga tengah disiapkan untuk memperkuat skuad. Salah satunya adalah Rian Lasut, yang merupakan adik dari Mahardiga Lasut, mantan pemain Pesik Kuningan yang kini telah gantung sepatu.
Selain itu, Pesik juga merekrut seorang penjaga gawang yang sebelumnya pernah memperkuat tim nasional kelompok usia.
Di sisi lain, sejumlah pemain lama tetap dipertahankan. Salah satunya adalah Wildansyah yang dipastikan masih menjadi bagian dari skuad Pesik Kuningan untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Komposisi pemain lokal dan pemain dari luar daerah tersebut diharapkan mampu membentuk tim yang siap bersaing di Liga 3 Nusantara.
Dari sisi kepelatihan, Pesik Kuningan juga telah memiliki pelatih baru. Manajemen sebelumnya telah mengumumkan nama pelatih tersebut kepada publik.
“Pelatih kan sudah baru, pelatih baru sudah diketok,” ujar Nono.
Dengan kepastian di sektor kepelatihan, program latihan dan pembentukan skuad Pesik kini dapat berjalan lebih terarah.
Nono menegaskan persiapan tim tidak hanya bergantung pada pemain dan pelatih. Menurutnya, berbagai unsur pendukung, termasuk kesiapan stadion, juga menjadi faktor penting dalam menghadapi kompetisi.
“Kan harus semua terpenuhi, tidak hanya pelatih, tidak hanya pemain, tidak hanya institusi lain di dalamnya. Lapang juga kan menentukan,” katanya.
Selain mempersiapkan skuad, manajemen Pesik Kuningan masih menunggu kepastian kesiapan Stadion Mashud Wisnusaputra yang diproyeksikan menjadi kandang Pesik pada Liga 3 Nusantara.
Kesiapan stadion menjadi perhatian karena kompetisi menggunakan sistem home and away. Karena itu, Pesik membutuhkan stadion yang memenuhi kebutuhan pertandingan kandang.
“Ya lapang juga kan menentukan,” ujar Nono.
Manajemen Pesik terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan terkait pembenahan Stadion Mashud. Pada Senin (21/9/2026), Pemkab Kuningan menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Gedung Setda Kuningan.
Rapat tersebut membahas kesiapan Stadion Mashud untuk mendukung aktivitas sepak bola, termasuk kebutuhan Pesik Kuningan menghadapi kompetisi.
Nono menyambut positif respons Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dinilai serius menindaklanjuti kebutuhan stadion.
“Alhamdulillah responsnya luar biasa. Respons pemerintah daerah, bupati melalui Pak Sekda,” katanya.
Manajemen Pesik berharap seluruh persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga tim bisa tampil dengan kekuatan maksimal sekaligus menggunakan Stadion Mashud sebagai kandang.
Bagi Nono, keikutsertaan Pesik di Liga 3 Nusantara bukan sekadar persoalan kompetisi sepak bola. Pesik juga membawa nama Kabupaten Kuningan sehingga dukungan berbagai pihak dinilai penting.
“Kita mah demi masyarakat Kabupaten Kuningan, apalagi sekarang ada ketentuan baru, ini kan hiburan masyarakat, malah kita juga bisa menarik klub-klub lain untuk home base di sini,” ujarnya.
Selain menjadi kandang Pesik, Stadion Mashud juga dinilai memiliki peluang untuk digunakan klub lain sebagai home base.
Jika peluang tersebut terealisasi, aktivitas pertandingan sepak bola di Kuningan berpotensi memberikan dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat, mulai dari hotel, UMKM, hingga usaha kuliner.
Saat ini, sebagian pemain Pesik Kuningan sudah berada di Solo dan mulai menjalani pemusatan latihan. Sementara itu, proses penyusunan skuad, pematangan program latihan, dan persiapan Stadion Mashud terus dilakukan menjelang bergulirnya Liga 3 Nusantara. (Ugi)












Tinggalkan Balasan