VOXPOPULI.CO.ID – Keputusan tim basket putra Kabupaten Kuningan tidak melanjutkan pertandingan hingga dinyatakan walkover (WO) pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 akhirnya mendapat penjelasan dari Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Kuningan.

Ketua Umum Perbasi Kabupaten Kuningan, Drs. H. Iman Nuryaman, M.A., menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui evaluasi terhadap hasil pertandingan dan peluang tim untuk melanjutkan persaingan di babak berikutnya.

Menurutnya, sejak pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov, cabang olahraga bola basket Kuningan berada di luar peringkat lima besar. Kondisi tersebut membuat KONI Kabupaten Kuningan pada awalnya tidak mengalokasikan pemberangkatan bagi cabang olahraga basket.

Namun, dalam perkembangannya, KONI Kuningan tetap memberikan dukungan dengan memfasilitasi pemberangkatan dua nomor pertandingan, yakni basket putra 5×5 dan basket putri 3×3.

Fasilitas yang diberikan meliputi biaya pemberangkatan, seragam tim, sepatu, hingga uang saku bagi para atlet yang mengikuti pertandingan.

Sementara itu, tim basket putri 5×5 harus berangkat secara mandiri dengan mengandalkan dukungan donatur serta partisipasi berbagai pihak. Meski demikian, KONI Kuningan tetap memberikan bantuan berupa seragam pertandingan bagi tim tersebut.

Iman mengungkapkan, sebelum dinyatakan WO, tim basket putra 5×5 Kuningan telah menjalani dua pertandingan menghadapi Kota Bandung yang berstatus juara bertahan dan Kabupaten Indramayu.

Dari kedua pertandingan tersebut, tim basket putra Kuningan harus mengakui keunggulan lawan.

Hasil pertandingan kemudian menjadi bahan evaluasi KONI Kuningan, terutama berkaitan dengan peluang tim untuk melaju ke babak selanjutnya.

Berdasarkan evaluasi tersebut, diputuskan bahwa tim basket putra Kuningan tidak melanjutkan pertandingan meskipun masih memiliki satu jadwal menghadapi tuan rumah Kota Depok.

Menurut penjelasan Perbasi, kebijakan evaluasi serupa juga diterapkan terhadap cabang olahraga lain yang dinilai sudah tidak mempunyai peluang melaju ke babak berikutnya, meskipun masih menyisakan pertandingan.

Dengan demikian, keputusan WO tersebut dijelaskan sebagai bagian dari evaluasi keberlanjutan keikutsertaan tim, bukan semata-mata disebabkan persoalan teknis di lapangan.

Terlepas dari keputusan tersebut, Iman mengakui bahwa hasil yang diperoleh tim basket putra Kuningan belum sesuai dengan harapan masyarakat, khususnya para pecinta olahraga bola basket.

Ia pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan tim memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Kuningan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya para pecinta olahraga basket. Tim putra basket 5×5 Kuningan belum bisa mempersembahkan yang terbaik pada ajang Porprov ini,” ujar Iman.

Iman tidak menampik bahwa kualitas permainan, kesiapan fisik, hingga mental bertanding para atlet masih memerlukan pembenahan agar mampu bersaing dengan daerah lain.

“Kami akui kualitas kami masih perlu dibenahi. Kekuatan fisik, mental, dan kualitas permainan kami belum mampu menandingi daerah lain,” ungkapnya.

Di sisi lain, Iman menyampaikan apresiasi kepada KONI Kabupaten Kuningan yang tetap memberikan perhatian serta fasilitas kepada tim basket putra meskipun sejak awal hasil babak kualifikasi belum memenuhi prioritas pemberangkatan.

Ia menilai dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pembinaan olahraga bola basket di Kabupaten Kuningan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada KONI Kuningan yang sudah memfasilitasi tim basket putra 5×5 Kabupaten Kuningan. Walaupun kami belum bisa memberikan hasil terbaik, KONI Kuningan tetap memberikan perhatian kepada tim ini,” katanya.

Lebih lanjut, Iman berharap keputusan WO tersebut tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang justru menghambat upaya pembenahan olahraga basket di Kabupaten Kuningan.

Sebagai induk organisasi cabang olahraga bola basket, Perbasi Kuningan menyatakan siap bertanggung jawab dan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.

“Ini salah kami selaku pengurus Perbasi Kuningan. Ke depan kami akan melakukan evaluasi internal terhadap sistem kepelatihan dan juga sistem pembinaan atlet di Kuningan,” tegasnya.

Evaluasi tersebut akan mencakup pola pembinaan atlet, persiapan menghadapi babak kualifikasi, pemetaan kekuatan lawan, penetapan target prestasi, serta strategi meningkatkan daya saing basket Kuningan pada kompetisi mendatang.

Iman juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Kuningan dalam ajang Porprov XV Jawa Barat 2026.

Menurutnya, hasil pertandingan tidak boleh menghapus dedikasi para atlet yang telah menjalani proses latihan dan berupaya memberikan kemampuan terbaik selama kompetisi.

“Permohonan maaf dan terima kasih juga kami sampaikan kepada para atlet dan ofisial tim yang sudah berjuang pada ajang ini. Terima kasih atas dedikasi dan perjuangannya, serta permohonan maaf atas kekurangan dari kami,” tuturnya.

Iman berharap pengalaman tersebut dapat menjadi titik awal perbaikan sistem pembinaan sehingga basket Kuningan mampu tampil lebih kompetitif pada kejuaraan berikutnya.

“Ke depan mari kita berjuang bersama-sama lagi untuk hasil yang lebih membanggakan. Jangan sampai pengalaman ini hanya menjadi catatan kegagalan, tetapi harus menjadi momentum untuk berbenah,” pungkasnya.