
VOXPOPULI.CO.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet pencak silat asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Agung Prasetya, pesilat asal Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, berhasil meraih medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Namun, medali tersebut bukan dipersembahkan untuk tanah kelahirannya, melainkan bagi Kabupaten Sumedang.
Keberhasilan Agung meraih posisi ketiga pada nomor tanding kelas I putra menyimpan cerita tersendiri. Di balik prestasinya, terdapat pengalaman kurang menyenangkan yang pernah dialaminya ketika hendak mengikuti proses seleksi atlet di Kabupaten Kuningan.
Dalam wawancara bersama Voxpopuli.co.id, Minggu (8/11/2026) malam, Agung mengungkapkan bahwa keputusannya membela Kabupaten Sumedang tidak terlepas dari persoalan internal perguruan yang sempat menghambat kesempatannya mengikuti seleksi di daerah asal.
“Karena dulu sempat enggak boleh seleksi di Kuningan karena masalah internal perguruan, jadi masih kecewa. Sekarang ada tawaran dari Sumedang, gas aja,” ungkap Agung.
Meski demikian, Agung menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan pengalaman masa lalu. Hubungannya dengan lingkungan pencak silat Kabupaten Kuningan saat ini sudah kembali berjalan baik.

“Tapi berhubungan baik kok sekarang sama Kuningan. Hanya saja saya lebih realistis aja sih,” katanya.
Agung menjelaskan, kesempatan untuk mengikuti seleksi di Kabupaten Kuningan sebenarnya sudah kembali terbuka. Namun, kondisi keluarga membuatnya tidak dapat mengikuti tahapan tersebut.
Saat proses seleksi akan berlangsung, ibunya harus menjalani perawatan di rumah sakit sehingga Agung tidak sempat mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan.
“Boleh, A. Cuma kemarin pas mau ikutan, mamah masuk rumah sakit. Alhasil tidak sempat ikut, dan ikut ke Sumedang jadinya,” jelasnya.
Keputusan menerima tawaran dari Kabupaten Sumedang akhirnya membuahkan hasil. Agung berhasil mengamankan medali perunggu setelah menjalani persaingan pada nomor tanding kelas I putra.
Dalam pertandingan menghadapi pesilat Kota Bekasi, Agung mengaku mengalami cedera serius pada bagian leher. Bahkan, berdasarkan keterangannya, cedera tersebut menyebabkan keretakan.
“Iya, A, alhamdulillah, tapi kena lehernya retak,” ujarnya.
Meski harus menghadapi risiko cedera, Agung tetap bersyukur dapat membawa pulang medali dari ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Agung menyebutkan, medali emas pada kelas yang diikutinya berhasil diraih atlet Kota Bandung, sedangkan medali perak menjadi milik atlet Kabupaten Cirebon. Sementara dirinya menempati posisi ketiga dengan membawa pulang medali perunggu untuk Kabupaten Sumedang.
Di tengah keberhasilannya tersebut, Agung juga menyampaikan keputusan penting mengenai kelanjutan perjalanan kariernya sebagai atlet pencak silat.
Ia mengungkapkan bahwa Porprov Jawa Barat 2026 menjadi ajang terakhir yang diikutinya sebagai atlet profesional.
“Iya, ini merupakan event terakhir saya menjadi atlet pro,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menandai rencana Agung mengakhiri kiprahnya sebagai atlet profesional setelah berhasil menutup penampilannya dengan raihan medali pada kompetisi tingkat provinsi.
Kisah Agung menjadi gambaran bagaimana seorang atlet daerah tetap berupaya mempertahankan prestasi di tengah berbagai persoalan yang pernah dihadapinya.
Meski berasal dari Kabupaten Kuningan, Agung memilih kesempatan yang diberikan Kabupaten Sumedang sebagai jalan untuk melanjutkan kiprahnya di arena pertandingan.
Di sisi lain, pengakuan Agung mengenai pengalamannya mengikuti proses seleksi atlet di Kuningan menjadi perhatian tersendiri dalam konteks pembinaan olahraga daerah.
Persoalan internal perguruan yang disebutnya pernah menghambat kesempatan seleksi merupakan pengalaman yang masih membekas, meskipun Agung menegaskan hubungannya dengan lingkungan pencak silat Kuningan kini sudah membaik.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya sistem pembinaan atlet yang terbuka, objektif, dan memberikan kesempatan kepada setiap atlet berprestasi untuk berkembang.
Bagi Kabupaten Kuningan, keberhasilan putra daerah meraih medali untuk kabupaten lain juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam upaya mempertahankan potensi atlet lokal agar mampu memperkuat kontingen daerah sendiri.
Kendati demikian, Agung tidak menyalahkan pihak mana pun atas keputusannya saat ini. Ia menegaskan bahwa pilihannya membela Sumedang merupakan langkah realistis berdasarkan kesempatan dan kondisi yang dihadapinya.
Raihan medali perunggu pada Porprov Jawa Barat 2026 pun menjadi pencapaian penting bagi Agung Prasetya, sekaligus penutup perjalanan kariernya sebagai atlet profesional.









Tinggalkan Balasan