KUNINGAN, (VOX) – Perwira siswa (Pasis) dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) di Kabupaten Kuningan.

Rombongan diterima di Pendopo Kuningan oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bersama Asisten Daerah (Asda) I Deniawan serta Kepala Bappeda, Purwadi Hasan Darsono pada Selasa (07/04).

Kegiatan ini difokuskan pada pengambilan data terkait pertahanan wilayah, khususnya dalam penanggulangan bencana yang menjadi isu penting di daerah tersebut. Dankorsis Seskoad, Kolonel Inf Didit Hari Prasetyo Putro, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menghimpun data lapangan sebagai bahan analisis dan rekomendasi bagi pemerintah daerah maupun pusat.

“Harapannya, kami bisa memberikan saran dan masukan dalam meningkatkan mitigasi bencana di Kabupaten Kuningan agar lebih baik dan sinergis antarinstansi,” ujarnya.

Sebanyak 18 perwira siswa terlibat dalam kegiatan ini dan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka melakukan kunjungan ke sejumlah instansi strategis seperti Kodim, kantor bupati, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Polres Kuningan guna mengumpulkan data observasi.

Salah satu Pasis, Mayor Arh Khairul, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi yang cukup tinggi. Berdasarkan data yang mereka peroleh, Kuningan termasuk dalam lima besar wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Indonesia, sehingga menjadi bahan pembelajaran penting bagi para perwira siswa.

Meski demikian, ia mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antarinstansi di daerah. Menurutnya, koordinasi antara Kodim, pemerintah daerah, dan BPBD berjalan dengan baik dan saling mendukung dalam penanganan bencana.

Selain fokus pada kegiatan akademik, para pasis juga menyampaikan kesan positif terhadap Kabupaten Kuningan. Mereka menilai daerah ini memiliki udara yang sejuk, masyarakat yang ramah, serta potensi wisata yang besar. Salah satu destinasi yang menarik perhatian adalah Gunung Ciremai yang dinilai menantang untuk didaki.

Para pasis juga tertarik mencoba kuliner khas daerah seperti Tape Ketan dan nasi kasreng selama berada di Kuningan. Kegiatan KKL Wilhan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Hasil dari kegiatan tersebut nantinya akan menjadi bahan rekomendasi strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah, khususnya dalam aspek mitigasi bencana.***