
KUNINGAN, (VOX) – Pemasangan pipa PDAM Tirta Kemuning dari reservoir di kawasan Palutungan, Desa Cisantana, Rabu (3/12), kembali menjadi contoh bagaimana kolaborasi aparat, pemerintah desa, dan PAM Tirta Kamuning dapat menghadirkan solusi yang tertib bagi kebutuhan layanan air bersih. Setelah mediasi sebelumnya, PAM menunjukkan komitmen kuat dengan menurunkan ukuran pipa dari 8 inci menjadi 4 inci sesuai kesepakatan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk kepatuhan sekaligus penghargaan pada musyawarah warga.
Di lapangan, Babinsa Cisantana Sertu Dadi Haryanto ikut mengawal secara sigap jalannya pemasangan, memastikan pekerjaan berlangsung aman, terukur, dan tidak keluar dari batas teknis yang telah disepakati. Pendampingan aparat inilah yang membuat masyarakat merasa lebih tenang di tengah isu pengelolaan air yang sensitif.
Rurah/Kadus Cisantana, Tono, memberikan apresiasi langsung atas kelancaran kegiatan.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, sesuai kesepakatan dipasang pipa 4 inci untuk distribusi air PDAM dari reservoir,” ujarnya.
Tono juga menegaskan pentingnya penegakan komitmen bersama demi menghindari konflik baru. Ia menyampaikan harapan agar skema pembagian 20, 30, dan 50 dapat dijalankan sesuai kesepakatan sebelumnya, reservoir ini sebagai tindak lanjut penertiban praktik pengambilan air ilegal dari mata air yang berada di kawasan TNGC.
“Ke depan dalam waktu dekat akan kami kumpulkan para pengusaha di balai desa untuk sosialisasi tindak lanjut,” tambahnya.

Kolaborasi PAM, aparat keamanan, dan pemerintah desa menjadi pesan kuat bahwa tata kelola air bersih hanya bisa berjalan jika seluruh unsur bergerak transparan dan menghargai kesepakatan publik.***











Tinggalkan Balasan