KUNINGAN, (VOX) – Piala Liga Foundation 2026 di Kabupaten Kuningan resmi berakhir dalam acara penutupan yang digelar di GOR Ewangga, Selasa malam 3 Februari 2026. Penutupan ini dihadiri juga oleh Ketua Koni Trias, Kabid Olahraga Siswoyo, Camat Kuningan Deni, Lurah Kuningan, Perwakilan Kapolsek Kuningan, Perwakilan Proton FC Dani Toleng dan Dirut Bank Kuningan Dodo Warda. Turnamen futsal pelajar ini mencatat rekor sebagai liga dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan dengan total 156 tim dari berbagai kategori usia dan jenjang pendidikan.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani dalam sambutannya menegaskan bahwa futsal bukan hanya soal perebutan gelar juara, tetapi juga tentang membangun karakter, sportivitas, dan persaudaraan antarpelajar.

“Piala bisa bergilir, tapi persaudaraan dan nilai kebersamaan harus terus dijaga,” ujarnya di hadapan atlet, panitia, dan para pendukung tim.

Amih kemudian mengumumkan daftar juara dari seluruh kategori yang dipertandingkan. Kategori SMA Youth dimenangkan oleh SMAN 1 Ciawigebang. Untuk kategori SMA Putri, gelar juara diraih SMKN 5 Kuningan. Sementara itu, kategori SMA Putra dimenangkan oleh SMKN 1 Cilimus atau Bispar.

Pada jenjang sekolah dasar, kategori U 10 juara diraih oleh tim SD Kecamatan Lebakwangi, sedangkan kategori U 12 dimenangkan oleh SDN 1 Kedungarum. Untuk jenjang SMP, kategori SMP dimenangkan oleh SMPN 2 Kuningan. Kategori SMP Putri diraih SMPN 1 Cidahu, sementara kategori SMP Putra kembali dimenangkan oleh SMPN 2 Kuningan.

Selain penghargaan bagi para atlet, liga foundation juga memberikan apresiasi kepada pendukung terbaik. Penghargaan Best Supporter kembali diraih oleh Botak Mania dari SMKN 3 Kuningan atau Stemga. Dukungan konsisten, kreatif, dan sportif yang ditunjukkan Botak Mania sepanjang turnamen membuat mereka kembali dinobatkan sebagai suporter terbaik, sekaligus menambah semarak jalannya kompetisi.

Wakil Bupati Kuningan menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang dan mengapresiasi tim yang belum berhasil meraih gelar. Ia menekankan bahwa pengalaman bertanding dan semangat kebersamaan adalah kemenangan yang sesungguhnya.

“Teruslah berproses dan jangan berhenti bermimpi. Dari ajang seperti inilah bibit atlet masa depan Kuningan bisa lahir,” katanya.

Dengan berakhirnya Liga Futsal Foundation 2026, pemerintah daerah berharap kompetisi ini terus berlanjut sebagai ruang positif pembinaan atlet futsal muda dan budaya olahraga yang sehat di Kabupaten Kuningan.***

Deskripsi Iklan Anda