KUNINGAN(VOX) – Kunjungan mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, ke Kabupaten Kuningan pada tanggal 13 – 14 Februari 2026 berlangsung lancar dan penuh nuansa santai. Agenda pribadi yang dibalut sentuhan budaya dan sejarah itu menjadi sorotan publik, terutama saat SBY terlihat melukis di ruang terbuka Situ Bojong.
Pada Jumat malam, 13 Februari 2026, SBY yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menghadiri saresehan bersama jajaran Partai Demokrat di Hotel Santika Kuningan. Kegiatan berlangsung pukul 19.30 hingga 22.00 WIB dalam suasana tertutup dan penuh keakraban.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, serta jajaran pengurus Partai Demokrat, termasuk Sekjen Demokrat Herman Khaeron dan Ketua DPC Demokrat Kuningan H. Lili Suherli. Dalam laporan internal disebutkan, kegiatan berjalan aman dan tertib tanpa adanya hal menonjol.
Keesokan harinya, Sabtu pagi 14 Februari 2026, SBY memulai aktivitas di Lapangan Situ Bojong, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus. Selama hampir tiga jam, sejak pukul 07.30 hingga 10.15 WIB, ia melukis dengan latar alam Kuningan yang hijau dan tenang. Aktivitas seni ini menjadi magnet perhatian warga sekitar yang penasaran melihat langsung mantan presiden menyalurkan hobi lamanya.

Usai kegiatan melukis, SBY kembali ke Hotel Santika untuk persiapan check out sebelum melanjutkan agenda wisata sejarah ke Gedung Naskah Linggarjati ditemani oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 11.50 WIB dan disambut oleh unsur pemerintah daerah serta pengelola situs cagar budaya.
Gedung Naskah Linggarjati sendiri merupakan lokasi bersejarah perundingan antara Indonesia dan Belanda pada 1946, simbol diplomasi dan perjalanan panjang bangsa ini menuju pengakuan kedaulatan. Kehadiran SBY di tempat tersebut menambah nuansa reflektif atas sejarah perjuangan nasional.

Sekitar pukul 12.25 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Rumah Makan Panglinggihan di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, sebelum kembali ke kediaman di Cikeas, Bogor.

Dalam laporan aparat setempat ditegaskan seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun dinamika yang mengarah pada situasi menonjol.
Kunjungan ini memperlihatkan sisi personal SBY sebagai negarawan yang tetap aktif bersilaturahmi, menikmati seni, dan mengunjungi situs sejarah. Di tengah dinamika politik nasional, momen seperti ini terasa sebagai jeda yang manusiawi. Politik boleh panas, tetapi kanvas dan sejarah selalu menawarkan ruang kontemplasi yang lebih sunyi.***





Tinggalkan Balasan