
KUNINGAN, (VOX) – Pertumbuhan ekonomi di kawasan Metropolitan Rebana terus menunjukkan tren positif pada 2025. Sejumlah kabupaten dan kota yang tergabung dalam kawasan tersebut mencatatkan pertumbuhan ekonomi year on year yang cukup kuat, bahkan melampaui rata rata nasional.
Berdasarkan data yang dibagikan melalui akun Instagram resmi Kawasan Rebana, Sabtu (07/03), Kabupaten Kuningan mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan tersebut dengan angka mencapai 6,98 persen. Angka ini menempatkan Kuningan di posisi teratas dibanding daerah lain yang juga menjadi bagian dari kawasan pengembangan Rebana.
Di posisi kedua terdapat Kabupaten Majalengka dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,86 persen, disusul Kabupaten Cirebon dengan capaian 6,23 persen. Sementara itu Kabupaten Sumedang mencatat pertumbuhan 5,48 persen, Kota Cirebon sebesar 5,34 persen dan Kabupaten Subang 5,01 persen. Kabupaten Indramayu berada di posisi terakhir dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,09 persen.

Secara umum pertumbuhan ekonomi kawasan Rebana pada 2025 mencapai 5,12 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pada 2024 dan berada di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui unggahan tersebut disebutkan bahwa capaian ini menunjukkan pengembangan koridor ekonomi Rebana mulai memberikan dampak nyata terhadap dinamika perekonomian daerah.

“Pada 2025 berbagai kabupaten dan kota di Kawasan Rebana mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif secara year on year,” tulis akun Instagram resmi Kawasan Rebana yang bersumber dari data BPS.
Kawasan Metropolitan Rebana sendiri merupakan aglomerasi wilayah yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Kawasan ini mencakup wilayah industri utama di Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka dan Kabupaten Cirebon, serta kawasan pendukung seperti Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon.
Pengembangan kawasan tersebut ditopang oleh berbagai infrastruktur strategis nasional. Di antaranya keberadaan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka dan Pelabuhan Patimban di Subang yang menjadi simpul penting dalam jaringan transportasi dan logistik nasional.
Selain dukungan infrastruktur, kawasan Rebana juga memiliki keunggulan komparatif dari sisi tenaga kerja. Upah tenaga kerja yang relatif kompetitif dinilai dapat mendorong efektivitas dan efisiensi kegiatan industri yang berkembang di wilayah tersebut.
Pengembangan Rebana diharapkan mampu meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah utara dan timur Jawa Barat. Hal ini terutama berkaitan dengan upaya meningkatkan indikator pembangunan daerah, termasuk Indeks Pembangunan Manusia yang selama ini masih berada di bawah rata rata provinsi.
Pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan juga menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan kawasan secara tepat guna, teratur dan berkelanjutan agar potensi ekonomi Rebana dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah,” tulis akun tersebut.
Data pertumbuhan ekonomi ini sekaligus menjadi indikator awal bahwa pengembangan kawasan Rebana umumnya dan Kabupaten Kuningan khususnya mulai menunjukkan hasil dalam mendorong aktivitas ekonomi di wilayah yang selama ini diproyeksikan sebagai motor baru pertumbuhan di Jawa Barat.***








Tinggalkan Balasan