
VOXPOPULI.CO.ID Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Grid 15 M, Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan, pada Rabu (21/10/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram @gunung_ciremai, kebakaran terdeteksi sekitar pukul 20.44 WIB. Lokasi kejadian berada pada koordinat -6.847357, 108.432047.
Hasil pemantauan patroli udara dalam rangka penanganan karhutla oleh SPTN Wilayah I Kuningan menunjukkan bahwa api masih menyala di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti temuan itu, Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pengamanan.
Informasi awal mengenai kebakaran tersebut diperoleh dari hasil pemantauan patroli udara di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Dalam pemantauan itu, titik api terdeteksi berada di Grid 15 M, wilayah kerja Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk bergerak menuju lokasi guna melakukan penanganan. Namun, informasi awal yang tersedia belum merinci luas area yang terbakar, penyebab kebakaran, maupun tingkat kerusakan vegetasi di sekitar titik api.
Kondisi di lapangan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas yang melakukan penanganan langsung.
Setelah api terdeteksi, Tim Brigdalkarhutla TNGC bersama masyarakat sekitar kawasan hutan dilaporkan sedang menuju lokasi untuk melaksanakan upaya pemadaman dan pengamanan.
Keterlibatan petugas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan, terutama untuk mencegah api meluas ke area lain.
Langkah penanganan tersebut juga diperlukan untuk melindungi kawasan konservasi Gunung Ciremai yang memiliki fungsi penting bagi kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Hingga informasi awal ini disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai keberhasilan pemadaman, luas lahan terdampak, maupun penyebab munculnya api.
Kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu ancaman terhadap kelestarian kawasan konservasi. Karena itu, deteksi dini, pemantauan berkala, dan respons cepat diperlukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Peran masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan juga penting dalam mendukung upaya pencegahan dan memberikan informasi apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Perkembangan penanganan karhutla di Grid 15 M, Resor Pasawahan, masih menunggu informasi lanjutan dari petugas Taman Nasional Gunung Ciremai.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kebakaran tanpa kepentingan dan arahan petugas, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi menghambat proses pemadaman.
VOXPOPULI.CO.ID akan terus mengikuti perkembangan informasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tersebut.
(UGI)












Tinggalkan Balasan