
VOXPOPULI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-54 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang menjadi wadah konsolidasi seluruh pelaku pembangunan pertanian.
Mengangkat tema “Sinergisitas Kelompok KTNA dalam Akselerasi Inovasi Teknologi Pertanian dan Penggerak Swadaya Pangan”, kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari dampak perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga kebutuhan regenerasi petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengatakan bahwa Hari Krida Pertanian memiliki makna lebih dari sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap kontribusi para petani, penyuluh, dan seluruh insan pertanian yang selama ini menjaga keberlanjutan pangan masyarakat.
“Di balik setiap butir beras yang sampai ke meja makan masyarakat terdapat kerja keras petani, penyuluh, dan seluruh insan pertanian. Karena itu, Hari Krida Pertanian menjadi penghormatan atas dedikasi mereka sekaligus pengingat bahwa sektor pertanian memiliki peran sangat penting bagi keberlangsungan bangsa,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan bahwa pertanian saat ini harus diposisikan sebagai sektor strategis yang mampu menjawab tantangan masa depan. Karena itu, pembangunan pertanian perlu didukung oleh pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Pertanian bukan sektor masa lalu, tetapi sektor masa depan. Ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga kemandirian bangsa sangat ditentukan oleh kekuatan sektor pertanian. Karena itu, inovasi dan kolaborasi harus menjadi budaya baru dalam pembangunan pertanian,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyoroti peran penting Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penyebaran inovasi dan penguatan gerakan swadaya pangan di tingkat masyarakat.
“KTNA harus menjadi motor penggerak perubahan, pusat pembelajaran, wadah berbagi pengalaman, sekaligus jembatan percepatan inovasi di lapangan. Ketahanan pangan yang kuat tidak lahir dari kerja sendiri-sendiri, tetapi dari kolaborasi yang kokoh antara pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, dan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, pembukaan HKP Ke-54 juga ditandai dengan penandatanganan Pakta Kebersamaan antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan bersama KTNA Kabupaten Kuningan. Kesepakatan tersebut menjadi dasar penguatan kerja sama dalam mendorong inovasi pertanian, memperkuat organisasi petani, dan mempercepat terwujudnya swadaya pangan di daerah.
Menurut Wahyu, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan hasil produksi. Lebih dari itu, keberhasilan juga harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan petani, tumbuhnya generasi petani muda, serta semakin kuatnya kelembagaan pertanian di pedesaan.
“Kita tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Kita membutuhkan petani yang adaptif terhadap teknologi, penyuluh yang mampu menjadi agen perubahan, dan generasi muda yang bangga menjadi petani modern. Itulah fondasi pertanian yang tangguh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Kuningan MELESAT sekaligus mendukung agenda nasional menuju ketahanan dan swasembada pangan.
“Pertanian harus menjadi penggerak ekonomi daerah, pencipta lapangan kerja, sekaligus benteng ketahanan pangan masyarakat. Ketika petani sejahtera, maka daerah akan kuat dan pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan,” tambah Wahyu.
Puncak peringatan HKP Ke-54 Kabupaten Kuningan dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 10 Juni 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Gunungkeling, Kecamatan Cigugur. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk melibatkan petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian, hingga masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Lomba Video Tanam Tanah Pekarangan Jaga Tingkat Inflasi (Tatapakanjati), Lomba Asah Terampil Kelompok Tani, pameran pertanian, lomba kreasi tumpeng, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga pertunjukan seni budaya masyarakat.
Melalui penyelenggaraan HKP Ke-54, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor pertanian semakin meningkat. Selain menjadi sarana edukasi dan promosi inovasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong seluruh elemen dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, dan masyarakat, Kabupaten Kuningan optimistis mampu membangun sektor pertanian yang lebih maju, modern, berdaya saing, serta berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan nasional.***












Tinggalkan Balasan