
KUNINGAN, (VOX) – Sekitar 50 warga Desa Cileuya bergerak cepat membersihkan material tanah longsor yang menutup akses jalan di Dusun Calingcing, RT 002 RW 008, Kecamatan Cimahi, Senin 23 Maret 2026. Bersama Babinsa setempat, Koptu Agung Indra, dan Kepala Dusun, warga memulihkan jalur vital hanya dalam waktu empat jam.
Longsor yang terjadi sebelumnya sempat melumpuhkan akses transportasi warga. Jalan yang tertutup tanah dan bebatuan membuat kendaraan roda dua hingga roda empat tidak dapat melintas, menghambat aktivitas harian seperti bekerja, sekolah, dan distribusi kebutuhan pokok.
Alih-alih menunggu bantuan datang, warga memilih bergerak. Inisiatif itu datang dari aparat teritorial yang langsung mengajak masyarakat turun tangan.
“Kita tidak bisa menunggu bantuan terus-menerus, jadi dengan gotong royong kita bisa cepat mengatasi masalah ini bersama-sama,” ujar Koptu Agung Indra.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai membersihkan material longsor menggunakan peralatan sederhana. Tanah diangkat, batu disingkirkan, dan sisa puing dirapikan agar permukaan jalan kembali aman dilalui.

Keterlibatan lintas usia memperlihatkan solidaritas yang masih kuat di tingkat desa.
Proses pembersihan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Dalam waktu relatif singkat, akses jalan yang sebelumnya terhambat berhasil dipulihkan sepenuhnya. Kendaraan kembali melintas normal tanpa hambatan berarti.
Bagi warga, keberhasilan ini bukan sekadar soal membuka jalan, tetapi juga menjaga ritme kehidupan tetap berjalan.
“Kami sangat bersyukur karena dengan gotong royong, jalan bisa segera dibersihkan. Sekarang kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa hambatan,” kata salah satu warga.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa respons cepat berbasis komunitas masih menjadi kunci dalam penanganan bencana skala lokal. Ketika koordinasi antara aparat dan masyarakat berjalan efektif, dampak bencana bisa ditekan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada intervensi eksternal.***








Tinggalkan Balasan