KUNINGAN, (VOX) – Owner Saung Kopi Hawu sekaligus pegiat budaya Sunda, Dadan A Latif, resmi dilantik sebagai salah satu anggota Dewan Kebudayaan Kuningan periode 2026 dalam agenda pelantikan yang digelar di Pendopo Kuningan, Selasa (12/5/2026).

Usai pelantikan, Dadan menyampaikan pandangannya mengenai peran kebudayaan yang menurutnya tidak hanya sebatas pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi atau “sangu” bagi budayawan seperti yang di ucapkan Bupati Kuningan.

Dalam wawancara di Pendopo Kuningan, Dadan mengatakan filosofi budaya Sunda mengajarkan setiap insan budaya untuk bekerja dengan hati yang bersih dan penuh pengabdian.

“Sebenarnya kalau berbicara kebudayaan kan ada bahasa sepuh ya, yaitu ‘Suci ing pamrih, rancage gawe’. Jadi artinya kita dengan bersih hati, kita melakukan itu sebagai darmabakti,” ujar Dadan.

Menurutnya, hasil atau keuntungan akan datang ketika sebuah proses dijalankan dengan niat baik.

“Karena berbicara ‘sangu’ itu mah niat hade, cara hade, bati mah aya di hareup,” katanya.

Sebagai pelaku usaha kuliner yang lekat dengan budaya Sunda melalui Saung Kopi Hawu, Dadan mengaku dirinya telah merasakan langsung bagaimana konsistensi menjaga budaya mampu menghadirkan dukungan luas dari masyarakat hingga pemerintah daerah.

“Ketika kita melakukan itu dengan hati yang bersih, nothing to lose, dan Tuhan memberikan jalan untuk itu semua. Buktinya Saung Kopi Hawu juga berjalan selama lima tahun melaksanakan event-event kebudayaan dengan dukungan yang sangat besar dari masyarakat dan pemerintah,” ungkapnya.

Saung Kopi Hawu sendiri dikenal sebagai salah satu resto bernuansa Sunda di Kabupaten Kuningan yang aktif menggelar kegiatan seni dan budaya lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Dadan juga mengungkapkan agenda budaya terdekat yang tengah dipersiapkan pihaknya, yakni Milangkala Saung Kopi Hawu pada September 2026.

Ia menyebut agenda tahunan tersebut kini telah masuk dalam kalender event Jawa Barat dan diharapkan bisa menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kuningan.

“Alhamdulillah sudah masuk kalender event Jawa Barat saat ini, dan kita juga sedang mengusahakan untuk masuk rangkaian Milangkala Hari Jadi Kota Kuningan,” ujarnya.

Dadan berharap kegiatan budaya yang digelar dapat menjadi simbol penguatan identitas budaya Sunda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Kuningan.

Ia juga berharap Bupati Kuningan dan Gubernur Jawa Barat dapat menghadiri kegiatan tersebut apabila waktunya memungkinkan.

“Insya Allah kita coba undang. Kalau bahasa Sunda mah reueus pisan panginten pami dihadiran ku Pak Bupati sareng Gubernur,” katanya.

Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan sendiri menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pegiat seni, budayawan, dan pemerintah daerah dalam menjaga serta mengembangkan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.***