KUNINGAN (VOX) – Komando Distrik Militer 0615/Kuningan memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada peserta retret Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan yang digelar di Bumi Perkemahan Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Jumat 23 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut menjadi bagian dari penguatan nilai persatuan, kesadaran berbangsa, dan kesiapsiagaan nasional bagi jajaran pimpinan unit layanan kesehatan daerah.

Materi disampaikan langsung oleh Letkol Arh Hafda Prima Agung, selaku Dandim 0615/Kuningan, dan diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. Edi Martono, Pasiops Kodim 0615/Kuningan Kapten Kav Sutardi, serta para Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kuningan.

Dalam pemaparannya, Letkol Hafda menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan global yang semakin kompleks. Ia mengutip pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno tentang beratnya perjuangan generasi penerus dalam menghadapi ancaman dari dalam bangsa sendiri.

“Kita harus waspada terhadap hasutan dan provokasi yang dapat memecah belah persatuan. Kekuatan bangsa ini ada pada kebersamaan,” ujarnya di hadapan peserta retret.

Ia juga menyinggung kondisi geopolitik global yang sarat ketidakpastian dan menekankan bahwa kedaulatan negara sangat bergantung pada keberpihakan pemimpin kepada rakyatnya. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi kekuatan sekaligus potensi kerawanan jika tidak dijaga dengan kesadaran kebangsaan yang kuat.

“Negara yang tidak berpihak pada rakyatnya akan mudah dilemahkan. Indonesia harus tetap kokoh sebagai negara kesatuan,” katanya.

Isu kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konflik turut menjadi bagian materi. Letkol Hafda menjelaskan bahwa meskipun semua pihak berharap tidak terjadi perang, kesiapan nasional tetap harus dibangun, terutama pada aspek ketahanan pangan. Ia menyebut kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto saat menjabat Menteri Pertahanan, termasuk pembentukan batalyon dan penguatan logistik, sebagai langkah antisipatif menghadapi situasi darurat nasional.

“Logistik adalah urat nadi saat krisis. Ketahanan pangan menjadi kunci utama,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengulas sejarah tatanan dunia pasca Perang Dunia Pertama, perang dingin, hingga perang ideologi yang dilakukan melalui propaganda dan adu pengaruh. Dalam konteks pembangunan nasional, Dandim menegaskan peran TNI dalam mendukung Proyek Strategis Nasional agar tetap berjalan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Kami diperintahkan mendampingi dan mendorong PSN selama tidak keluar dari UUD 1945. Dukungan semua elemen bangsa sangat dibutuhkan,” katanya.

Sebagai penutup, materi wawasan kebangsaan menegaskan kembali empat pilar kebangsaan yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, dengan tujuan membentuk karakter aparatur yang menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan serta menyiapkan kesiapan mental dan fisik seluruh komponen bangsa dalam menjaga kedaulatan negara.***