VOXPOPUL.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya yang mengikuti program Community Development (COMDEV) 2026 untuk tidak sekadar menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga ikut memperkenalkan berbagai potensi daerah.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana saat menerima audiensi persiapan pelaksanaan COMDEV 2026 di ruang kerja Sekda Kuningan, Jumat (18/9/2026).

Dalam pertemuan itu, U. Kusmana menekankan pentingnya mahasiswa mendokumentasikan setiap aktivitas selama mengikuti program di Kuningan. Dokumentasi tersebut kemudian diharapkan dipublikasikan melalui media sosial masing-masing.

“Mahasiswa diwajibkan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan mereka setiap hari, kemudian diunggah di media sosial masing-masing,” jelas U. Kusmana.

Menurut Sekda, aktivitas mahasiswa selama berada di Kuningan dapat sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Potensi yang dapat diangkat antara lain pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai keunggulan desa.

COMDEV 2026 sendiri mengusung semangat “Collaborative, Sustainable, Impactful & Inclusive” dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem kolaborasi hexahelix.

Kerja sama Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam program tersebut bukan hal baru. Kolaborasi telah berlangsung sejak 2000 dan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Konsistensi program tersebut turut mengantarkan COMDEV Universitas Prasetiya Mulya meraih 2026 AACSB Global Impact Awards kategori Societal Impact: Addressing Regional or Local Challenges. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi, dampak terukur, dan kontribusi berkelanjutan program dalam pengembangan masyarakat.

Pada COMDEV 2026, kegiatan live-in secara luring dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 22 Desember 2026. Puncak kegiatan akan dikemas melalui Saung Rahayat 2026 pada 20 Desember 2026.

Setelah kegiatan live-in selesai, pendampingan masyarakat akan dilanjutkan secara daring mulai Januari hingga April 2027.

Program tersebut melibatkan sekitar 913 mahasiswa reguler, 38 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan 114 mitra lokal yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Cilimus, Kramatmulya, Kuningan, Cigugur, Kadugede, Nusaherang, dan Darma.

Sekda Kuningan menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan COMDEV 2026, termasuk apabila terdapat penyesuaian lokasi pelaksanaan Saung Rahayat.

Bagi Pemkab Kuningan, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut juga menjadi peluang untuk memperkuat promosi potensi daerah. Mahasiswa diharapkan dapat melihat secara langsung potensi yang ada di desa tempat mereka menjalankan kegiatan, kemudian mengemasnya menjadi informasi yang menarik dan mudah dikenal masyarakat.

Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan mendorong pengembangan desa wisata agar tidak hanya bertumpu pada potensi alam, tetapi juga mengangkat UMKM, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.

Mahasiswa COMDEV juga diarahkan membantu mengidentifikasi potensi usaha pariwisata di desa binaan untuk kemudian dipromosikan melalui aplikasi Explore Kuningan.

Kolaborasi tersebut turut mencakup pendampingan UMKM, BUMDes, ekonomi kreatif, administrasi kependudukan, serta sektor pendidikan.

Program COMDEV juga diarahkan mendukung Nata Daya, yakni pengelolaan pusat keramaian masyarakat seperti alun-alun dan ruang terbuka agar memberikan dampak terhadap ekonomi kerakyatan, budaya, serta aktivitas sosial masyarakat.

Sementara itu, Saung Rahayat diproyeksikan tidak hanya menjadi puncak kegiatan COMDEV, tetapi juga dapat berkembang sebagai agenda tahunan Kabupaten Kuningan.

“Harapannya Saung Rahayat ini selamanya tetap di hati Kuningan. Kalau masuk di kalender event, eksposurnya akan lebih besar lagi. Mungkin judul event-nya ‘Saung Rahayat Komdev Prasmul’,” ujar U. Kusmana.

Pengembangan program tersebut juga mengacu pada hasil COMDEV 2025. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam bahan COMDEV 2026, kegiatan tahun sebelumnya menghasilkan perputaran ekonomi lokal sebesar Rp2.077.341.756 dari pengeluaran live-in mahasiswa.

Selain itu, program tersebut telah mendampingi 75 UMKM, enam BUMDes, dan empat desa wisata. COMDEV 2025 juga memfasilitasi pembaruan 866 data Identitas Kependudukan Digital (IKD) di lima kecamatan.

Dampak kegiatan juga terlihat pada pelaksanaan Festival Saung Rahayat 2025 yang tercatat mendatangkan 10.920 pengunjung. Dari kegiatan tersebut, total pendapatan UMKM mencapai Rp220.337.614.

Pada bidang administrasi kependudukan, kolaborasi COMDEV diarahkan untuk membantu memperbarui data pendidikan masyarakat. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan akurasi data kependudukan sekaligus mendukung pencapaian rata-rata lama sekolah Kabupaten Kuningan yang ditargetkan mencapai 8,5 tahun.

Pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga menjadi bagian dari pembahasan. Salah satu peluang yang dikaji adalah pemanfaatan KIA sebagai kartu yang dapat memberikan akses potongan harga dari sejumlah mitra lokal.

Untuk memastikan pelaksanaan live-in berjalan aman dan lancar, koordinasi dengan Polres Kuningan dan Kodim juga diperlukan. Pengamanan tersebut terutama berkaitan dengan keberadaan ratusan mahasiswa yang akan tersebar di tujuh kecamatan serta pelaksanaan Saung Rahayat sebagai puncak kegiatan.

U. Kusmana menegaskan, keberlanjutan dan pemerataan manfaat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan COMDEV. Pengembangan lokasi pendampingan di masa mendatang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah sehingga manfaat program tidak terpusat pada lokasi tertentu.

“Termasuk tadi faktor pemerataan sehingga semuanya bisa merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ungkapnya.

Melalui COMDEV 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Universitas Prasetiya Mulya kembali memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat. Selain pendampingan langsung, keterlibatan mahasiswa juga diharapkan mampu membuka ruang promosi yang lebih luas bagi potensi desa, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif Kuningan. (Ugi)