KUNINGAN,(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperluas program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Ramadan.

Wahyu Hidayah menyampaikan pada saat di wawancarai oleh media vox seusai membuka acara Gerakan Pangan Murah (GPM) Di desa Citiusari,Kecamatan Garawangi, Selasa (10/3/2026), bahwa pemerintah daerah menambah satu lokasi baru pelaksanaan GPM di kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan. Penambahan ini dilakukan untuk menjangkau masyarakat di wilayah perkotaan yang membutuhkan akses bahan pangan dengan harga lebih murah.

“Sekarang kita tambah satu lokasi lagi di GPM Pendopo supaya masyarakat perkotaan juga bisa mendapatkan bahan pangan murah,” ujarnya.

Dengan penambahan tersebut, total lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kuningan kini mencapai 16 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis pekan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menanggapi beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa harga bahan pangan di GPM sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan harga di pasar.

Ia menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks. Pemerintah daerah memastikan harga yang dijual dalam program GPM selalu lebih rendah dari harga pasar.

“Setiap kegiatan GPM, kami selalu menegaskan bahwa harga yang dijual harus lebih murah dari harga pasar,” tegasnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan kasus yang terjadi di salah satu lokasi GPM di wilayah Cituisari. Saat itu harga telur dijual sekitar Rp27.000, sementara harga di pasar mencapai Rp30.000.

Hal tersebut menunjukkan bahwa program GPM benar-benar dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pemerintah daerah juga membuka ruang evaluasi bagi masyarakat. Jika ditemukan harga bahan pangan yang lebih mahal dari pasar dalam kegiatan GPM, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya kepada panitia.

Wahyu menegaskan bahwa pihak penyelenggara siap melakukan evaluasi jika ditemukan kondisi tersebut.

“Kalau ada yang lebih mahal, laporkan. Bahkan kalau memang ada yang lebih mahal, tidak usah dibeli atau bisa saja diberikan secara gratis,” pungkasnya.

Program Gerakan Pangan Murah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Di setiap lokasi pelaksanaan, antusiasme warga terlihat tinggi karena program ini membantu mereka memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan inflasi daerah, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri, saat harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan.

Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang karena kebutuhan pokok tetap terjangkau.***