
VOXPOPULI.CO.ID– Menjadi Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Kuningan bukan sekadar meraih gelar, tampil di panggung, atau dikenal masyarakat. Para finalis dituntut mampu memberikan kontribusi nyata dalam mempromosikan potensi daerah, melestarikan budaya Sunda, hingga mendukung pembangunan Kabupaten Kuningan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat memberikan pembekalan bertema Arah Pembangunan Kabupaten Kuningan kepada finalis Mojang Jajaka 2026 di Aula BKPSDM Kabupaten Kuningan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan itu diikuti 15 pasang atau 30 finalis. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kabupaten Kuningan Dading Fajarudin, serta panitia penyelenggara.
Di hadapan para peserta, Dian menekankan bahwa seorang duta daerah harus memiliki bekal lebih dari sekadar penampilan menarik dan kemampuan berbicara di depan publik. Wawasan, karakter, kepedulian sosial, serta pemahaman terhadap potensi dan persoalan daerah menjadi modal penting yang harus dimiliki setiap finalis.
Menurutnya, Mojang Jajaka merupakan representasi generasi muda yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan Kabupaten Kuningan kepada masyarakat luas.

Bupati Dian mendorong para finalis memanfaatkan media sosial sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal. Destinasi wisata, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tradisi masyarakat, serta kekayaan budaya Kuningan dinilai dapat dikemas menjadi konten kreatif yang menarik perhatian generasi muda.
Namun, ia mengingatkan bahwa promosi daerah tidak cukup hanya mengandalkan konten yang menarik. Para finalis juga harus memahami informasi yang disampaikan agar mampu menjelaskan keunggulan Kuningan secara tepat dan meyakinkan.
Dengan pemahaman tersebut, Mojang Jajaka diharapkan dapat menjadi penghubung antara potensi lokal dan khalayak yang lebih luas, termasuk wisatawan serta masyarakat di luar Kabupaten Kuningan.
Dian juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial. Bekal tersebut diperlukan agar para duta daerah tidak hanya mampu tampil di ruang publik, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat dan menghadirkan gagasan yang bermanfaat.
Selain promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, pelestarian budaya menjadi bagian penting dari peran Mojang Jajaka Kuningan.
Para finalis diharapkan mampu menjaga identitas Sunda, termasuk penggunaan bahasa daerah serta penerapan nilai-nilai kearifan lokal seperti silih asah, silih asih, silih asuh.
Nilai tersebut mengajarkan pentingnya saling mencerdaskan, menyayangi, dan membimbing dalam kehidupan bermasyarakat. Bagi generasi muda, nilai budaya tidak cukup sekadar dikenali sebagai warisan leluhur, tetapi perlu diterapkan dalam perilaku sehari-hari.
Bupati Dian juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pengembangan investasi, dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, kemajuan Kabupaten Kuningan perlu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam yang menjadi salah satu kekuatan daerah.
Karena itu, para finalis diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai arah pembangunan Kuningan, sehingga mampu menyampaikan informasi tentang daerah secara utuh dan bertanggung jawab.
Pembekalan berlangsung interaktif ketika salah seorang finalis, Ragil dari Kecamatan Garawangi, menyampaikan gagasan untuk mengajak anak-anak sekolah dasar mengunjungi langsung destinasi wisata di Kabupaten Kuningan.
Gagasan tersebut menekankan pentingnya mengenalkan potensi daerah sejak dini melalui pengalaman langsung. Dengan mengunjungi tempat wisata dan mengenal kekayaan lokal, anak-anak diharapkan tumbuh dengan rasa bangga serta kepedulian terhadap daerahnya sendiri.
Bupati Dian mengapresiasi gagasan yang mengarah pada kegiatan nyata tersebut. Ia berharap pemikiran para finalis tidak berhenti sebagai wacana selama proses pembekalan atau kompetisi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Inisiatif seperti pengenalan destinasi wisata kepada pelajar juga berpotensi menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, sejarah, dan lingkungan Kabupaten Kuningan.
Melalui pembekalan tersebut, para finalis Mojang Jajaka Kuningan 2026 diharapkan memahami bahwa peran duta daerah tidak berakhir setelah pemilihan selesai.
Mereka diharapkan mampu mengambil bagian dalam promosi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta penyebaran informasi positif mengenai potensi Kabupaten Kuningan.
Bagi Dian, keberhasilan Mojang Jajaka tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang berhasil meraih gelar pada malam puncak pemilihan. Hal yang lebih penting ialah bagaimana para finalis menjalankan perannya, menjaga nama baik daerah, dan memberikan kontribusi yang bisa dirasakan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa predikat duta daerah membawa tanggung jawab untuk bertindak, bukan hanya tampil. Potensi Kuningan akan semakin dikenal apabila generasi mudanya turut bergerak memperkenalkan, merawat, dan mengembangkan kekayaan daerah secara berkelanjutan. (Ugi)









Tinggalkan Balasan