KUNINGAN — Olahraga rekreasi tidak harus selalu berbicara soal prestasi dan kompetisi. Bagi Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, aktivitas olahraga juga harus menjadi ruang untuk menjaga kesehatan, membangun kebahagiaan, sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Tuti saat membuka ORKI Fun Adventure yang digelar Organisasi Olahraga Kebugaran Indonesia (ORKI) Kabupaten Kuningan di kawasan Curug Putri, Palutungan, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta itu dikemas dengan suasana santai melalui senam bersama, ice breaking, fun game, outbound, hingga botram.

Ketua ORKI Kabupaten Kuningan Ari M. Ridwan mengatakan peserta berasal dari anggota senam ORKI dari berbagai wilayah. Dari sekitar 300 anggota, sebagian mengikuti langsung rangkaian kegiatan di kawasan wisata tersebut.

Menurut Ari, konsep olahraga rekreasi dipilih agar masyarakat dapat menikmati aktivitas fisik tanpa kehilangan unsur kebersamaan.

“Olahraga rekreasi mengingatkan kita bahwa olahraga bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga tentang menjaga kesehatan, membangun kebersamaan, merawat kebahagiaan, dan tentunya kebersamaan dalam bersilaturahmi untuk hidup lebih sehat,” kata Tuti.

Tuti menilai kegiatan olahraga seperti ORKI Fun Adventure memiliki manfaat yang lebih luas. Selain membuat tubuh aktif bergerak, aktivitas bersama dapat membantu masyarakat melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari.

Menurutnya, permainan dan kegiatan luar ruang juga dapat menciptakan suasana positif sekaligus mempertemukan masyarakat dalam hubungan yang lebih akrab.

Karena itu, Tuti meminta kegiatan semacam ini tidak hanya dilaksanakan sebagai agenda sesaat.

Ia berharap ORKI dan komunitas olahraga lainnya mampu ikut membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Kita tidak hanya menggerakkan badan, tetapi juga mencairkan sekat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat untuk saling mendukung,” ujarnya.

Tuti menekankan bahwa masyarakat tidak perlu menunggu menjadi atlet atau mengikuti kompetisi untuk mulai berolahraga. Aktivitas sederhana yang dilakukan bersama secara rutin juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Di hadapan peserta, Tuti kemudian memperluas pembicaraan dari persoalan kebugaran menuju kondisi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, membangun masyarakat yang sehat tidak cukup hanya dengan mengajak warga berolahraga. Pemerintah juga perlu memperhatikan persoalan kesejahteraan yang dihadapi keluarga.

Ia menggambarkan kondisi orang tua yang masih harus memikirkan kebutuhan anak dan masa depan keluarga.

“Bahagianya bagaimana kalau masih memikirkan anak-anak kita besok masih punya bekal tidak?” tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan dan kebahagiaan masyarakat memiliki hubungan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan itu, Tuti juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia.

Ia berharap berbagai program pemerintah dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama kebutuhan gizi anak-anak.

Tuti juga menyampaikan kepeduliannya terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua dan membutuhkan perhatian serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Kepada para peserta ORKI Fun Adventure, Tuti mengingatkan agar kegiatan dijalani dengan penuh semangat tetapi tetap mengutamakan keselamatan.

Ia mengatakan tujuan utama kegiatan bukan mencari siapa yang paling cepat ataupun paling kuat.

Menurutnya, nilai terpenting justru terletak pada kemauan untuk bergerak bersama dan membawa pulang energi positif.

“Tidak harus menjadi yang tercepat atau yang terkuat dalam acara hari ini, karena hari ini yang terpenting adalah kita bergerak bersama dan pulang membawa energi positif,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa olahraga rekreasi dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai usia dan kemampuan.

Suasana kegiatan semakin cair ketika Tuti mengusulkan agenda kebersamaan lain pada kesempatan mendatang.

Ia mengajak peserta, khususnya kaum ibu, untuk mengadakan kegiatan memasak bersama.

Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi cara lain untuk memperkuat silaturahmi. Kebersamaan bisa dimulai sejak menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga menyantap hidangan bersama.

Tuti bahkan berseloroh bahwa kegiatan memasak bersama, termasuk jika hanya membuat nasi liwet, tetap berpotensi menarik antusiasme para ibu.

Gagasan tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta.

ORKI Fun Adventure di Curug Putri menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih santai dan menyenangkan.

Perpaduan aktivitas fisik, rekreasi alam, permainan, serta interaksi antarpeserta membuat kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebugaran.

Melalui kegiatan seperti ini, olahraga diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Tuti pun berharap semangat yang muncul dari ORKI Fun Adventure tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Baginya, hidup sehat bukan sekadar memiliki tubuh yang bugar, tetapi juga menjaga kebahagiaan, memperkuat hubungan sosial, serta membangun kepedulian terhadap sesama.

Dengan semangat tersebut, olahraga rekreasi diharapkan dapat ikut menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat Kuningan yang lebih sehat, bahagia, dan sejahtera. (Ugi)