
VOXPOPULI.CO.ID— Milangkala ke-46 Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, menjadi momentum untuk melakukan refleksi pembangunan sekaligus memperkuat potensi wisata desa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat menghadiri puncak Milangkala ke-46 Desa Cisantana, Minggu (4/10/2026).
Mengusung tema “Cisantana Ngajati Mandiri, Panceg Dina Purwadaksi, Rempug Jujung Sauyunan”, peringatan milangkala tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Kuningan, Forkopimcam Cigugur, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan selamat atas Milangkala ke-46 Desa Cisantana.
Menurutnya, perjalanan panjang Cisantana hingga menjadi desa seperti sekarang tidak terlepas dari jasa, perjuangan, kerja keras dan pengorbanan para pendahulu.

“46 tahun itu tegak berdiri Desa Cisantana sekarang hadir seperti ini. Tentu ini berkat jasa, berkat keringat, berkat kerja keras para pendahulu kita,” ujar Bupati Dian.
Bupati menegaskan, peringatan hari jadi desa seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Milangkala, kata dia, harus menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai program yang telah dilaksanakan, mengevaluasi pembangunan yang sedang berjalan serta menyusun rencana untuk masa depan.
“Yang lebih terpenting kita merefleksi apa yang telah kita lakukan, sedang apa yang kita lakukan, dan apa yang akan kita rencanakan, itu yang terpenting,” katanya.
Menurut Bupati Dian, semangat gotong royong serta nilai silih asah, silih asih dan silih asuh merupakan modal sosial yang penting dalam membangun Desa Cisantana.
Pembangunan desa, lanjutnya, tidak hanya dapat diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menciptakan kebersamaan, meningkatkan kesejahteraan dan mendorong kemandirian masyarakat.
Selain refleksi pembangunan, Bupati Dian menyoroti potensi pariwisata yang dimiliki Desa Cisantana.
Menurutnya, Cisantana mempunyai berbagai modal untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang semakin menarik.
Potensi tersebut meliputi keindahan bentang alam, udara yang sejuk, sektor pertanian, serta kekayaan tradisi dan budaya masyarakat.
Bupati Dian juga menyebut adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan. Dari sekitar 3,2 juta wisatawan, jumlah kunjungan disebut meningkat menjadi sekitar 3,8 juta wisatawan.
Namun, peningkatan tersebut dinilai masih dapat dikembangkan, khususnya untuk menarik wisatawan mancanegara.
Bupati bahkan berharap Cisantana ke depan mampu menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan dari kawasan ASEAN.
“Saya ingin ke depan dapat laporan dari Kuwu Cisantana, dari Camat Cigugur, ‘Pak, lapor turis Malaysia, ASEAN sudah mulai berkunjung secara rutin ke Kecamatan Cigugur, khususnya Desa Cisantana.’ Dan itu bisa, saya yakin bisa,” ungkapnya.
Menurut Bupati Dian, pengembangan pariwisata Cisantana tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam.
Ketersediaan infrastruktur, hotel dan restoran memang penting, tetapi kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor yang tidak kalah menentukan.
Masyarakat Cisantana diharapkan mampu membangun karakter sebagai tuan rumah yang ramah, terbuka dan mampu memberikan kenyamanan kepada wisatawan.
Wisatawan yang datang, kata Bupati, harus memperoleh pengalaman positif selama berada di Cisantana.
Karena itu, keramahan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan kebersihan lingkungan.
Kawasan wisata yang memiliki pemandangan menarik akan semakin memiliki daya saing apabila didukung pelayanan masyarakat yang baik serta lingkungan yang bersih dan nyaman.
Sementara itu, Kepala Desa Cisantana Ano Suratno, A.Md., mengatakan Milangkala ke-46 menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih desa.
Namun, ia mengakui masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pembangunan Cisantana.
Menurut Ano, pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
“Cisantana masih membutuhkan kolaborasi. Dengan anggaran dana desa yang terbatas, artinya bagaimana kita menghadirkan pembangunan Cisantana dari segala aspek, termasuk dengan akademisi, dengan para pengusaha,” katanya.
Ia berharap tema “Cisantana Ngajati Mandiri, Panceg Dina Purwadaksi, Rempug Jujung Sauyunan” dapat menjadi semangat bersama dalam membangun desa.
Kolaborasi tersebut harus melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, RT, RW, pemuda, kaum perempuan, tokoh masyarakat hingga seluruh warga.
“Tidak ada sesuatu yang kita bisa laksanakan sendiri. Semua harus secara bersama bagaimana membangun, menghadirkan Cisantana ke depan,” ungkapnya.
Puncak Milangkala ke-46 Desa Cisantana ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kuningan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Cisantana sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang desa.
Rangkaian tersebut sekaligus menjadi simbol doa dan harapan agar pembangunan Cisantana ke depan semakin baik.
Melalui momentum Milangkala ke-46, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat kebersamaan, mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal, melestarikan seni budaya serta mempersiapkan generasi penerus.
Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Desa Cisantana diharapkan mampu tumbuh menjadi desa yang semakin mandiri, sejahtera dan berdaya saing, sekaligus mendukung arah pembangunan Kabupaten Kuningan menuju Kuningan Melesat. (Ugi)









Tinggalkan Balasan