VOXPOPULI.CO.ID – Mandirancan FC keluar sebagai juara Cilimus Cup 2026 setelah mengalahkan Garda Gapura Desa Cimara FC melalui drama adu penalti pada partai final yang berlangsung di Lapangan Ciloklok, Kecamatan Cilimus, Kamis (1/10/2026).

Turnamen sepak bola antar desa se-Kabupaten Kuningan tersebut ditutup dengan pertandingan final yang berlangsung sengit. Kedua tim bermain terbuka dan menjaga sportivitas hingga waktu normal berakhir dengan skor 1-1.

Hasil imbang membuat gelar juara harus ditentukan melalui adu penalti. Mandirancan FC akhirnya tampil lebih efektif dari titik putih dan memastikan diri sebagai kampiun Cilimus Cup 2026.

Partai final tersebut turut disaksikan langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.

Turut hadir Ketua PSSI Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., Kapolres Kuningan, Dandim 0615/Kuningan, Camat Cilimus, Kabid Olahraga Disporapar serta sejumlah unsur terkait.

Bupati Dian memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Cilimus Cup. Menurutnya, kompetisi sepak bola tingkat desa bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk melihat potensi pemain muda.

“Saya sangat bahagia melihat turnamen Cilimus Cup berjalan sukses dengan pertandingan final dengan penuh sportivitas. Saya lihat beberapa talenta muda yang cukup bagus,” ujar Dian.

Karena itu, Dian berharap turnamen serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan menjadi bagian dari pembinaan sepak bola di Kabupaten Kuningan.

“Mudah-mudahan dengan adanya turnamen seperti ini bisa dikembangkan, ditradisikan untuk mencari bibit-bibit potensial atlet sepak bola yang bisa mengharumkan Kuningan ke depan,” katanya.

Lebih jauh, Bupati Dian melihat kompetisi antar desa dapat menjadi salah satu sumber pemain potensial untuk memperkuat Persatuan Sepak Bola Kuningan (Pesik).

Menurutnya, pembinaan dari tingkat bawah diperlukan untuk menemukan pemain muda yang memiliki kemampuan dan dapat dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Barangkali bisa juga nanti memberikan kontribusi penguatan skuad Pesik, yang memang kita cari waktu ke depan mencari bibit-bibit muda untuk memperkuat skuad Pesik, kesebelasan kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan,” tuturnya.

Dian juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, seluruh peserta, dan masyarakat yang ikut menjaga turnamen hingga berlangsung aman dan sportif.

Ia secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Mandirancan FC yang berhasil membawa pulang gelar juara.

“Selamat bagi panitia, selamat penyelenggaraan dan sukses, selamat juga kepada seluruh pemain sepak bola dari Mandirancan yang kali ini, tahun ini merebut sebagai juara pertama. Selamat sekali lagi,” ucapnya.

Kepala Desa Cilimus, H. Mulyadin, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Cilimus Cup 2026 hingga pertandingan final.

Menurutnya, Mandirancan FC berhasil melewati berbagai pertandingan dan akhirnya keluar sebagai juara pertama.

“Alhamdulillah pada sore ini Mandirancan sebagai juara pertama. Yang mana Mandirancan ini sudah melalui berbagai rintangan, alhamdulillah menjadikan juara pertama dalam Turnamen Cilimus yang pertama,” ujar Mulyadin.

Ia mengatakan pengalaman penyelenggaraan tahun pertama tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran untuk pelaksanaan kompetisi berikutnya.

“Harapan ke depan, insyaallah kami juga akan mengadakan turnamen seperti ini. Dan di tahun ini akan menjadi pembelajaran buat kami untuk di tahun yang akan datang,” katanya.

Dari kubu juara, Kepala Desa Mandirancan Didi Asmadi mengaku bersyukur atas keberhasilan tim desanya meraih gelar juara Cilimus Cup 2026.

Didi menyebut pertandingan final berlangsung ketat. Setelah skor berakhir 1-1, pertandingan kemudian dilanjutkan dengan adu penalti yang akhirnya dimenangkan Mandirancan FC.

“Alhamdulillah, dengan adanya pertandingan antar desa, tim Mandirancan masuk final. Bisa dilihat tadi sendiri pada saat final, skor 1-1 dan dilanjutkan adu penalti. Akhirnya Mandirancan menjadi juara,” ujar Didi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, penyelenggara dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak turut membuat seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman dan tertib.

“Saya bersyukur kepada panitia, penyelenggara, juga yang lainnya yang telah mendukung dan men-support pertandingan ini sehingga bisa berjalan dengan aman dan tertib,” katanya.

Didi berharap keberhasilan Mandirancan FC menjadi motivasi bagi para pemain muda di desanya untuk terus mengembangkan kemampuan.

Ia menilai sepak bola memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat dan perlu terus digalakkan melalui kompetisi yang sehat.

“Semoga harapan kami ini, pemain-pemain kami bisa berdedikasi lagi, bisa maju sesuai dengan keinginan. Sepak bola ini memang harus digalakkan dengan sebaik-baiknya, karena main bola adalah hiburan rakyat yang sangat disenangi oleh masyarakat,” tuturnya.

Menurut Didi, pertandingan antar desa juga memiliki manfaat sosial. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut dapat mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka ruang pengembangan potensi olahraga di tingkat desa.

“Untuk itu, dengan pertandingan-pertandingan main bola ini, setiap momen pertandingan tetap harus bisa Melesat!” pungkasnya. (Ugi)