
KUNINGAN,(VOX) – Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kuningan bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kuningan menggelar kegiatan I’tikaf Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang mengangkat tema “Islam dan Kesadaran Ekoteologi dalam Perspektif Muhammadiyah di Kabupaten Kuningan” ini diikuti pimpinan Persyarikatan, dosen, mahasiswa, serta unsur organisasi otonom Muhammadiyah.
Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan spiritual sekaligus ruang refleksi gerakan dakwah Muhammadiyah di bulan suci Ramadan.
Kegiatan dipimpin oleh Hermawan, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Kuningan yang telah memberikan ruang bagi Persyarikatan untuk melaksanakan kegiatan yang memadukan nilai spiritual, intelektual, dan sosial di lingkungan kampus.
“Kampus Muhammadiyah tidak semata menjadi tempat meraih gelar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, integritas, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa maupun dosen perlu mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata, terutama melalui kontribusi terhadap masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Forum I’tikaf Ramadan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh Muhammadiyah sebagai narasumber. Di antaranya Muhadjir Effendy, Prof. Dr., M.A.P., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, serta Ahmad Dahlan, Prof. Dr. K.H., M.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan.
Selain itu, materi penguatan turut disampaikan oleh Dadan Rohmatun Ramdan, Lc., dan Wawang Anwarudin, Dr. apt., M.Sc. Dalam pemaparannya, keduanya menyoroti pentingnya kesadaran ekoteologi dalam perspektif Islam, yakni kesadaran religius yang tidak hanya berorientasi pada ibadah personal, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan dan kehidupan sosial.
Lebih dari sekadar agenda keagamaan di bulan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi ruang tumbuhnya tradisi intelektual di lingkungan kampus Muhammadiyah. Mahasiswa dan dosen didorong untuk aktif berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta berkontribusi dalam pengembangan pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
Melalui kegiatan I’tikaf Ramadan 1447 H ini, Muhammadiyah Kabupaten Kuningan berharap dapat memperkuat kesadaran spiritual sekaligus melahirkan generasi intelektual yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.***









Tinggalkan Balasan