
VOXPOPULI.CO.ID – Penyambutan mahasiswa baru dalam rangkaian Masa Ta’aruf (MASTA) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) menjadi momentum bagi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) untuk mengenalkan identitas sekaligus nilai-nilai yang hidup di lingkungan PGSD.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, tersebut tidak hanya diisi dengan agenda perkenalan. HIMA PGSD turut membawa pesan mengenai pentingnya menjaga martabat guru serta kepedulian terhadap berbagai persoalan pendidikan.
Sejumlah mahasiswa menyampaikan orasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya Maulana, Husni selaku Ketua HIMA PGSD, Puji, dan Adinda. Mereka menyuarakan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi sekaligus mengajak mahasiswa PGSD memahami besarnya tanggung jawab yang melekat pada profesi pendidik.
Dalam orasi tersebut, guru digambarkan sebagai pahlawan di tengah kegelapan, yakni sosok yang memberikan arah, pengetahuan, serta penerangan bagi generasi penerus.
“Dunia pendidikan perlu diperjuangkan, karena semuanya tidak sedang baik-baik saja,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam orasi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa PGSD bahwa menjadi calon guru bukan hanya persoalan mempersiapkan kemampuan mengajar. Lebih dari itu, mahasiswa juga dituntut memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di dunia pendidikan.
Memasuki sore hari, suasana kegiatan semakin hangat ketika seluruh pengurus HIMA PGSD bersama mahasiswa PGSD menyambut kedatangan mahasiswa baru. Penyambutan tersebut menjadi bentuk penerimaan sekaligus penanda bahwa mahasiswa baru telah menjadi bagian dari keluarga besar PGSD UM Kuningan.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sejumlah budaya dan tata tertib yang berlaku di lingkungan PGSD. Wakil Ketua HIMA PGSD, Faishal, menyampaikan penjelasan mengenai kedisiplinan serta aturan yang perlu dipahami selama menjalani kehidupan akademik.
Selain tata tertib, mahasiswa baru diperkenalkan dengan tradisi berpakaian mahasiswa PGSD yang memiliki ketentuan berbeda untuk setiap hari, mulai Senin hingga Sabtu. Penjelasan mengenai aturan tersebut disampaikan Amel dan Mega dari bidang pendidikan HIMA PGSD.
Pengenalan tata tertib dan tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya akademik kepada mahasiswa baru sejak awal. Mereka tidak hanya diajak mengenal lingkungan perkuliahan, tetapi juga memahami kebiasaan yang menjadi bagian dari identitas PGSD.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui musik dan pelukan bersama. Momen tersebut menjadi simbol penerimaan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar PGSD UM Kuningan.
Bagi HIMA PGSD, MASTA bukan sekadar agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan organisasi, membangun kekeluargaan, memperkenalkan budaya akademik, sekaligus menanamkan kesadaran mengenai tanggung jawab sebagai calon pendidik.
Melalui momentum tersebut, mahasiswa baru PGSD diharapkan dapat menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk tumbuh, belajar, berorganisasi, dan mempersiapkan diri menjadi calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga kepedulian terhadap masa depan dunia pendidikan.***












Tinggalkan Balasan