
VOXPOPULI.CO.ID – Kondisi kesehatan ibu hamil di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, menjadi salah satu perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan.
Sebanyak 28 ibu hamil tercatat menjadi sasaran pemantauan di desa tersebut. Dari hasil koordinasi mahasiswa KKN dengan Bidan Desa Bojong dan kader Posyandu, sejumlah ibu hamil diketahui membutuhkan perhatian lebih karena mengalami hipertensi, anemia hingga Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Informasi tersebut terungkap dalam rapat koordinasi KKN 03 UNISA bersama Bidan Desa Bojong dan kader Posyandu, Sabtu (8/8/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi langkah awal mahasiswa untuk memetakan persoalan kesehatan masyarakat sebelum menentukan program yang akan dijalankan selama KKN.
Bidan Desa Bojong, Iis, mengatakan pemantauan terhadap ibu hamil menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat, terutama terhadap mereka yang memiliki faktor risiko kesehatan.
“Untuk ibu hamil ada sekitar 28 orang yang menjadi sasaran pemantauan. Ada beberapa yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama yang mengalami hipertensi, anemia dan KEK,” ujar Iis.

Menurutnya, persoalan kesehatan di masyarakat tidak hanya berkaitan dengan ibu hamil dan anak. Dalam pelayanan Posyandu, kasus hipertensi dan diabetes melitus juga cukup ditemukan.
Karena itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dinilai penting untuk terus dilakukan. Kebiasaan tidak merokok serta penerapan pola hidup yang lebih sehat juga menjadi bagian dari upaya pencegahan yang perlu disampaikan kepada masyarakat.
Selain pemantauan kesehatan rutin, Pemerintah Desa Bojong bersama tenaga kesehatan juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Survei Mawas Diri (SMD) yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.
SMD tersebut akan menyasar sekitar 100 kepala keluarga (KK), dengan pembagian sekitar 20 KK dari masing-masing lima dusun yang ada di Desa Bojong. Data dari kegiatan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Wakil Ketua KKN Kelompok 03 UNISA Kuningan, Siti Ma’ripah, mengatakan hasil koordinasi dengan tenaga kesehatan dan kader Posyandu menjadi bahan penting bagi mahasiswa dalam menentukan program kerja.
“Kami ingin mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara langsung. Jadi, program yang kami jalankan nantinya bisa menyesuaikan kebutuhan warga dan mendukung program kesehatan yang sudah berjalan di Desa Bojong,” kata Siti.
Mahasiswa KKN 03 UNISA selanjutnya akan berkolaborasi dengan bidan desa dan kader Posyandu dalam sejumlah kegiatan edukasi serta pendampingan kesehatan sesuai kapasitas mahasiswa.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat program KKN tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyesuaikan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan pemetaan sejak awal, mahasiswa KKN 03 UNISA dapat memfokuskan kegiatan pada kebutuhan warga, khususnya dalam mendukung edukasi kesehatan ibu dan anak serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.***









Tinggalkan Balasan