VOXPOPULI.CO.ID – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memastikan Pesik Kuningan akan menghadapi kompetisi Liga 3 tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebagai gantinya, pendanaan akan diupayakan melalui sponsor dan dukungan berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Dian Rachmat Yanuar usai melepas keberangkatan SSB Harata di Pendopo Kuningan, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan Pesik Kuningan melaju ke Liga 3 merupakan buah dari kerja sama seluruh elemen tim, mulai dari manajemen, official, pelatih, pemain, hingga para pendukung yang selama ini memberikan bantuan di balik layar.

“Kesuksesan Pesik adalah kesuksesan kita semua. Kesuksesan seluruh kerja sama yang bagus dari jajaran manajemen, manajer, official, pelatih, anak-anak kita, dan juga sahabat-sahabat yang kami sentuh hatinya untuk ikut mendukung. Karena memang tidak ada pendanaan dari APBD dan kami juga belum memiliki sponsor,” ujarnya.

Dian mengungkapkan, perjalanan Pesik Kuningan di Liga 4 tidak mudah, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Namun, dengan semangat kebersamaan, tim berhasil lolos dan kini bersiap menghadapi persaingan yang lebih berat di Liga 3.

Untuk itu, ia mengaku tengah melakukan berbagai upaya mencari sumber pendanaan. Dalam beberapa hari terakhir, dirinya aktif melobi sejumlah perusahaan besar di Jakarta dengan mengajukan proposal kerja sama dan meminta kesempatan untuk melakukan presentasi.

“Beberapa hari ini saya sedang melobi beberapa perusahaan besar di Jakarta. Kami mengajukan proposal dan meminta waktu untuk audiensi serta presentasi. Itu yang bisa saya lakukan karena pendanaan sebelumnya juga berasal dari sahabat-sahabat saya dan jumlahnya cukup besar,” katanya.

Selain mencari sponsor, Dian juga mengajak masyarakat dan para pendukung Pesik Kuningan untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung klub kebanggaan Kabupaten Kuningan tersebut, salah satunya dengan membeli jersey dan merchandise resmi tim.

Ia menilai keterlibatan masyarakat akan menjadi kekuatan besar bagi Pesik Kuningan dalam menghadapi kompetisi Liga 3.

Mengenai kebutuhan anggaran, Dian memperkirakan Pesik Kuningan membutuhkan dana sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar, tergantung komposisi pemain dan kebutuhan tim selama kompetisi berlangsung.

“Kalau saya biasanya hemat, mungkin di bawah lima miliar. Bisa dua setengah miliar, bisa tiga miliar, tergantung pemainnya. Dibanding klub lain, anggaran kita masih jauh lebih kecil, tetapi hasilnya justru memuaskan. Kita bisa masuk final dan mengalahkan klub-klub yang pernah besar,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa besarnya anggaran bukan satu-satunya faktor penentu prestasi sebuah tim.

“Uang bukan segalanya, tapi memang perlu,” tuturnya.

Dian kembali memastikan bahwa pembiayaan Pesik Kuningan di Liga 3 tidak akan menggunakan APBD. Menurutnya, anggaran daerah harus tetap diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

“Liga 3 tetap non-APBD. Saya tidak ingin membebani APBD. Cukuplah APBD digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Mohon doa, minggu depan saya akan presentasi di salah satu perusahaan besar. Mudah-mudahan bisa menjadi sponsor Pesik Kuningan,” pungkasnya.***