
VOXPOPULI.CO.ID – Keberhasilan Pesik Kuningan menembus Liga 3 Nasional tak lepas dari perjuangan panjang manajemen, pelatih, dan para pemain. Namun di balik capaian tersebut, Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, mengungkap ada sosok yang memiliki peran penting sehingga tim berjuluk Laskar Kuda Kuning mampu mengakhiri penantian panjang promosi ke kompetisi nasional.
Hal itu disampaikan Nono saat diwawancarai di Panorama Asri, Kabupaten Kuningan, Senin (20/7).
Menurut Nono, perjalanan Pesik menuju Liga 3 bukanlah sesuatu yang instan. Persiapan dilakukan selama kurang lebih sembilan bulan, dimulai dari penjaringan pemain lokal melalui Bupati Cup 2025, proses seleksi, latihan intensif di Kuningan hingga menjalani Training Center (TC) selama dua bulan di Solo.
“Alhamdulillah sebuah kebanggaan bagi saya pribadi maupun manajemen bahwa Pesik Kuningan berhasil lolos ke Liga 3 Nusantara. Bahkan kami mampu melangkah hingga semifinal dan final. Itu perjuangan yang luar biasa,” ujar Nono.
Ia menjelaskan, sejak awal manajemen memprioritaskan pemain lokal sebagai fondasi tim. Dari sekitar 25 pemain hasil pantauan Bupati Cup, hanya enam pemain yang akhirnya dinilai memenuhi kebutuhan tim.

“Sebetulnya bukan berarti yang lain tidak berkualitas. Tetapi ada berbagai pertimbangan, ada yang memilih fokus bermain di turnamen lain dan ada juga yang memiliki kepentingan lain sehingga kami hanya merekrut enam pemain lokal,” katanya.
Untuk memperkuat skuad, manajemen kemudian mendatangkan sejumlah pemain dari berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera, Manado, hingga Kediri. Setelah terbentuk 26 pemain, Pesik menjalani persiapan matang sebelum berlaga di Liga 4 Nasional.
Hasilnya pun melampaui target. Pesik Kuningan berhasil melewati babak 64 besar, 32 besar, 16 besar, delapan besar, semifinal hingga akhirnya menjadi runner-up Regional 4 sekaligus memastikan tiket promosi ke Liga 3 Nasional.
“Target kami sebenarnya hanya lolos ke Liga 3. Masuk semifinal dan final merupakan bonus. Yang terpenting, penantian puluhan tahun akhirnya terbayar karena Pesik kembali tampil di Liga 3,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai sosok yang paling berperan di balik keberhasilan tersebut, Nono secara tegas menyebut Bupati Kuningan sebagai figur yang memberikan dukungan besar terhadap perjalanan Pesik.
Menurutnya, dukungan itu bukan hanya berupa kebijakan, tetapi juga membuka jalan hadirnya pihak-pihak yang ikut membantu perjuangan tim selama mengarungi Liga 4 Nasional.
“Tanpa dukungan Pak Bupati Kuningan, saya kira perjalanan Pesik di Liga 4 kemarin tidak mungkin bisa berjalan seperti sekarang. Beliau juga pernah menjadi manajer Pesik sehingga memiliki perhatian besar terhadap sepak bola Kuningan,” ujarnya.
Nono juga mengungkapkan, salah seorang rekan Bupati yang merupakan pengusaha asal Jakarta turut memberikan dukungan terhadap perjuangan Pesik hingga mampu lolos ke Liga 3 Nasional.
“Alhamdulillah ada salah satu teman beliau, seorang pengusaha dari Jakarta, yang ikut mendukung suksesnya perjalanan Pesik di Liga 4 Nasional. Tanpa dukungan beliau-beliau semua, saya kira pencapaian ini tidak mungkin terjadi,” katanya.
Bagi Nono, keberhasilan Pesik bukan hanya prestasi olahraga semata, tetapi juga menjadi media promosi daerah. Selama mengikuti kompetisi nasional, nama Kabupaten Kuningan semakin dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah.
“Di setiap tahapan kompetisi kami selalu memperkenalkan Kabupaten Kuningan. Bahkan ada yang bertanya Kuningan itu di mana. Itu menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Kuningan kepada masyarakat nasional,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan