VOXPOPULI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Program tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan sejak usia dini.

Komitmen itu kembali ditegaskan Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, saat menghadiri sosialisasi program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di TK Negeri Pembina Ciawigebang, Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, Senin (8/6/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti para pendidik PAUD, pengawas taman kanak-kanak, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, serta orang tua murid tersebut, Ela menekankan pentingnya pendidikan prasekolah sebagai pondasi awal tumbuh kembang anak.
Menurutnya, anak yang memperoleh layanan pendidikan usia dini memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki jenjang Sekolah Dasar. Selain mendapatkan pengalaman belajar, anak juga belajar berinteraksi dengan lingkungan, mengembangkan kemampuan dasar, serta membangun karakter positif sejak dini.

“Anak-anak yang mendapatkan layanan pendidikan prasekolah memiliki bekal lebih baik saat memasuki sekolah dasar. Mereka belajar bersosialisasi, membangun kemandirian, mengenal nilai-nilai karakter, sekaligus mengembangkan kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk belajar,” ujar Ela Helayati.

Ia menilai keberhasilan pembangunan sumber daya manusia pada masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diterima anak pada masa emas pertumbuhan mereka. Karena itu, peran keluarga menjadi faktor utama dalam memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki pendidikan dasar.

Pada kesempatan tersebut, Ela juga memberikan apresiasi kepada Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli Pramiati, yang menggagas lagu gerak bertema Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi yang menarik sehingga pesan pentingnya pendidikan usia dini lebih mudah diterima masyarakat.

Penghargaan serupa diberikan kepada Lia, guru TK Negeri Pembina Ciawigebang, yang mengembangkan gerakan tari untuk mendampingi lagu tersebut. Kehadiran lagu dan gerakan edukatif itu dinilai mampu menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak PAUD.

Suasana sosialisasi berlangsung hangat ketika keluarga besar TK Negeri Pembina Ciawigebang menyerahkan cinderamata berupa puisi kepada Bunda PAUD Kabupaten Kuningan. Karya tersebut menggambarkan sosok Ela Helayati sebagai inspirator yang terus mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kuningan.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli Pramiati, menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Ia berharap seluruh anak usia 5 hingga 6 tahun memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki SD.

“Kami berharap tidak ada lagi anak usia 5 sampai 6 tahun yang langsung masuk SD tanpa mendapatkan layanan pendidikan prasekolah. Masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak,” kata Yuli.

Selain membahas program wajib belajar prasekolah, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan mengenai penerapan PAUD Holistik Integratif (HI). Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, menjelaskan bahwa layanan PAUD harus mampu memenuhi berbagai kebutuhan dasar anak secara menyeluruh.

Menurut Dicky, konsep PAUD Holistik Integratif mencakup lima aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan anak. Kelima unsur tersebut harus berjalan beriringan agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

“Anak tidak cukup hanya mendapatkan pendidikan. Mereka juga harus memperoleh asupan gizi yang baik, pengasuhan yang tepat, perlindungan dari berbagai risiko, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya,” jelas Dicky Mahardika.

Dalam rangka mendukung pemenuhan gizi anak usia dini, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan turut mengampanyekan program GEMATELMISU atau Gerakan Makan Telur dan Minum Susu. Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mencegah gangguan pertumbuhan.

Melalui sosialisasi yang terus digencarkan di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan prasekolah semakin meningkat. Dengan dukungan keluarga, tenaga pendidik, dan pemerintah, diharapkan lahir generasi Kuningan yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.***