
VOXPOPULI.CO.ID – Bagi dokter gigi yang sedang mencari ruang untuk mengembangkan praktik sekaligus mengabdikan keahlian di tengah masyarakat, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih memiliki kebutuhan yang cukup besar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan membenarkan hasil konfirmasi Voxpopuli.co.id bahwa terdapat sembilan puskesmas yang hingga kini belum memiliki dokter gigi.
Informasi tersebut disampaikan Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Agah Nugraha, saat dikonfirmasi Voxpopuli.co.id melalui sambungan telepon, Senin (10/8/2026).
Menurut dr. Agah, kondisi tersebut bukan hanya menggambarkan kebutuhan tenaga kesehatan, tetapi juga menunjukkan masih terbukanya ruang bagi dokter gigi untuk hadir memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan.
“Memang masih ada sembilan puskesmas yang belum memiliki dokter gigi. Bahkan ada yang sejak puskesmas berdiri belum pernah ditempati dokter gigi,” ujar dr. Agah.

Enam puskesmas yang disebut belum pernah memiliki dokter gigi sejak berdiri adalah Puskesmas Cilebak, Cimahi, Ciniru, Japara, Kalimanggis dan Subang.
Sementara tiga lainnya mengalami kekosongan dalam waktu cukup panjang. Puskesmas Cibeureum tercatat tidak memiliki dokter gigi sejak 2006, Puskesmas Karangkancana sejak 2005, sedangkan Puskesmas Cibingbin mengalami kekosongan sejak Januari 2025.
“Artinya, kebutuhan itu memang nyata. Kehadiran dokter gigi sangat dibutuhkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat,” kata dr. Agah.
Bagi dokter gigi, kondisi tersebut tentu menjadi peluang tersendiri. Puskesmas bukan hanya tempat memberikan pelayanan kuratif, tetapi juga ruang untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui edukasi, pencegahan penyakit gigi dan mulut, pemeriksaan rutin hingga penanganan kasus yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Kuningan sendiri memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakter masyarakat yang beragam. Kehadiran dokter gigi di puskesmas dapat menjadi pintu masuk pelayanan kesehatan yang lebih dekat, terutama bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan gigi.
“Yang kita harapkan tentu semakin banyak dokter gigi yang tertarik untuk mengabdi di Kuningan. Masih ada wilayah yang membutuhkan, dan ini menjadi kesempatan bagi dokter gigi untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” tutur dr. Agah.
Sembilan puskesmas tersebut adalah Cilebak, Cimahi, Ciniru, Japara, Kalimanggis, Subang, Cibeureum, Cibingbin dan Karangkancana.
Bagi dokter gigi di berbagai daerah yang tengah mempertimbangkan pilihan tempat praktik maupun pengabdian, informasi ini sekaligus menjadi gambaran bahwa Kabupaten Kuningan masih memiliki ruang yang luas bagi tenaga profesional di bidang kesehatan gigi.
Tentu, mekanisme penempatan, rekrutmen, status kepegawaian, maupun peluang praktik tetap mengikuti regulasi dan kebijakan yang berlaku. Namun satu hal yang sudah jelas, kuningan masih membutuhkan dokter gigi.
Bukan hanya untuk mengisi kekosongan tenaga kesehatan, tetapi untuk membuka akses pelayanan gigi yang lebih dekat, merata dan berkelanjutan bagi masyarakat.












Tinggalkan Balasan