KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, hadir dan memberikan sambutan dalam acara Pelatihan Kaderisasi Lanjutan (PKL) IV Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kuningan yang digelar di Kebun Raya Kuningan. Dalam penyampaiannya, Bupati menekankan bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara mudah, melainkan sebuah amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Mengutip wejangan para guru ngaji, ia menyampaikan bahwa pemimpin memiliki jalan yang paling mudah menuju surga, tetapi juga paling dekat dengan jurang neraka jika tidak amanah. “Jadi pemimpin itu berat. Waktu awal saya pun jujur sempat ragu apakah mampu. Karena memimpin itu bukan soal jabatan, tetapi soal amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dian Rachmat Yanuar menyampaikan bahwa seorang pemimpin ideal setidaknya memiliki tiga kriteria utama.

1. Visioner (Designer) – Pemimpin harus mampu merancang masa depan organisasi atau daerah yang dipimpinnya. Seperti halnya RPJP dan RPJMD dalam pembangunan daerah, pemimpin dituntut untuk memiliki arah jelas dan tolok ukur transparan yang bisa dipahami masyarakat.

2. Cerdas dan Kompeten (Teacher) – Pemimpin harus memiliki kemampuan di atas rata-rata bawahannya. “Kalau masih bisa dibodohi anak buah, berarti dia bukan pemimpin. Seorang pemimpin itu harus punya skill, knowledge, dan attitude lebih dibanding yang dipimpin,” tegasnya.

3. Pelayan (Servant) – Pemimpin harus mampu melayani masyarakat atau anggotanya. Dalam konteks pemerintahan, seorang bupati harus hadir untuk rakyat, sementara dalam organisasi, seorang ketua harus siap mendampingi dan memahami anggotanya.

Bupati Dian menambahkan bahwa ia tengah merancang arah pembangunan Kuningan ke depan dengan melanjutkan program yang baik dari periode sebelumnya, sekaligus memperbaiki hal-hal yang belum maksimal. “Visi kita adalah mewujudkan Kuningan Melesat dengan karakter agropolitan, mengembangkan sektor pertanian dan wisata yang maju,” ucapnya.

Di akhir sambutan, ia memberikan pesan khusus kepada kader PMII yang mengikuti PKL agar mampu memaknai proses kaderisasi bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai bekal menjadi pemimpin yang visioner, berpengetahuan, dan siap mengabdi.***