
KUNINGAN,(VOX) – Bazar Ramadan Desa Ancaran kembali digelar di alun-alun desa ancaran,rabu (04/03/2026). Dan menjadi magnet bagi warga sekitar selama bulan suci. Kegiatan tahunan yang diinisiasi Karang Taruna Desa Ancaran ini menghadirkan sekitar 115 pedagang, mayoritas berasal dari warga setempat.
Saat di wawancarai oleh wartawan vox Ketua Karang Taruna Desa Ancaran, Muhammad Zidan, menjelaskan bahwa bazar tersebut merupakan agenda rutin yang sudah berjalan setiap tahun.
“Awalnya ini memang event tahunan yang rutin diadakan Karang Taruna. Pertama kali diselenggarakan oleh ketua sebelumnya. Karena melihat potensi perdagangan yang tinggi di sekitar pasar, akhirnya kami berinisiatif mengadakan bazar. Alhamdulillah sekarang diisi sekitar 115 pedagang,” ujar Zidan.
Menurut Zidan, sebagian besar pedagang yang membuka lapak merupakan warga Desa Ancaran, meskipun ada juga beberapa dari luar wilayah.
“Kalau kebanyakan dari warga Ancaran. Yang lain ada, tapi mayoritas warga sekitar,” jelasnya.

Kehadiran bazar ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan pedagang musiman yang mengandalkan momentum Ramadan.
Antusiasme masyarakat terhadap Bazar Ramadan Ancaran terbilang tinggi. Bahkan, sejumlah pedagang disebut rutin mendaftar setiap tahun dan meminta lokasi lapak yang sama.
“Kalau Ramadan, bazar ini memang ditunggu-tunggu warga dan pedagang. Alhamdulillah income pedagang meningkat. Ada juga yang tiap tahun daftar dan tidak mau pindah stand,” katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bazar telah menjadi agenda ekonomi sekaligus tradisi sosial masyarakat setempat.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada periode kepengurusan saat ini Karang Taruna menghadirkan program sembako murah untuk warga.
Zidan menyebutkan, program tersebut lahir dari keresahan atas kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng.
“Alhamdulillah ini pertama kali di periode sekarang. Berawal dari keresahan soal kelangkaan minyak, akhirnya kami bisa mendapatkan stok untuk dipasarkan ke warga,” pungkasnya.
Program ini diharapkan mampu membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga selama Ramadan.***









Tinggalkan Balasan