KUNINGAN, (VOX) – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Kuningan menggelar Musyawarah Cabang sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat cabang. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu 1 Februari 2026 di SMKN 2 Muhammadiyah dan berjalan khidmat, demokratis, serta penuh semangat kaderisasi.

Musycab menjadi ruang evaluasi kepemimpinan sekaligus perumusan arah gerak organisasi ke depan. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya yang dipimpin oleh Renis Amarullah, dinamika organisasi, hingga proses pemilihan ketua cabang yang baru.

Melalui mekanisme musyawarah mufakat yang dilanjutkan dengan pemilihan, Roy Aldilah resmi terpilih sebagai Ketua Cabang IMM Kabupaten Kuningan untuk periode kepengurusan selanjutnya. Roy merupakan mahasiswa Universitas Kuningan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan dikenal aktif dalam dinamika gerakan mahasiswa di daerah.

Dalam pernyataannya, Roy Aldilah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kader. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran IMM sebagai organisasi mahasiswa Islam yang progresif, kritis, dan solutif dalam merespons persoalan umat dan daerah.

“IMM harus hadir bukan hanya sebagai organisasi kader, tetapi juga sebagai gerakan intelektual dan sosial yang nyata manfaatnya bagi masyarakat Kuningan,” ujar Roy.

Musycab ini juga menegaskan pentingnya penguatan ideologi organisasi yang berpijak pada trilogi IMM yakni keislaman, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Konsolidasi kader dinilai menjadi kunci agar IMM tetap relevan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Menariknya, dalam forum tersebut turut hadir kader IMM yang kini memegang posisi strategis di kampus, salah satunya Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan tahun 2026, Fillah Ahmad Abadi, yang juga berasal dari IMM. Hal ini dinilai sebagai modal sosial dan intelektual bagi penguatan gerakan IMM ke depan.

Musycab IMM Kabupaten Kuningan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan baru berakhir pada pukul 01.15 WIB dini hari Senin 2 Februari 2026. Dengan terpilihnya kepemimpinan baru, IMM Kuningan diharapkan mampu melanjutkan estafet organisasi secara berkesinambungan dan menghadirkan gerakan yang lebih responsif, membumi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.***