VOXPOPULI.CO.ID – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyampaikan pesan tentang kepemimpinan, ketangguhan mental, dan pentingnya menjaga persatuan saat berada di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang berlayar di perairan terbuka Cirebon, Kamis (15/10/2026).

Dalam sambutannya, Dian menggunakan filosofi pelayaran sebagai gambaran perjalanan kehidupan sekaligus kepemimpinan. Menurutnya, sebuah kapal hanya dapat mencapai tujuan apabila seluruh awak memiliki kesamaan arah dan berada dalam satu komando.

Salah satu pesan yang cukup menarik perhatian adalah ketika Dian menyinggung pentingnya keberadaan satu nakhoda dalam sebuah kapal.

“Bayangkan kalau ada dua nakhoda, tiga nakhoda, empat nakhoda, masing-masing jalan. Saya jamin kapal tidak akan sampai tujuan,” ujar Dian dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa sebuah kapal membutuhkan satu nakhoda yang mampu mengarahkan seluruh awak agar tetap berada dalam satu barisan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dian ketika menjelaskan sejumlah pelajaran kehidupan yang dapat dipetik dari pengalaman berlayar di tengah lautan.

Menurutnya, pelayaran bukan sekadar perjalanan melintasi samudra, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai keberanian, ketangguhan, kebersamaan, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Dian mengibaratkan ombak dan gelombang laut sebagai ujian yang harus dihadapi seseorang dalam perjalanan menuju keberhasilan.

Ia menilai tidak ada keberhasilan yang dapat diraih tanpa melalui proses panjang dan berbagai rintangan.

Gelombang yang menghantam kapal, menurut Dian, justru dapat menjadi pelajaran untuk membentuk mental yang semakin kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyinggung pentingnya sikap terbuka dalam menerima kritik maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang beredar merupakan kebenaran. Namun, seorang pemimpin tetap perlu memiliki kelapangan hati dalam menghadapi berbagai pandangan.

Selain berbicara mengenai kepemimpinan, Dian turut mengangkat filosofi Dewaruci yang dikenal dalam kisah pewayangan Jawa.

Ia menggambarkan Dewaruci sebagai sosok kecil yang memiliki makna besar, terutama berkaitan dengan kedalaman pemikiran, keberanian, dan pencarian jati diri.

Bagi Dian, ukuran fisik bukanlah penentu besarnya kekuatan seseorang. Ketangguhan mental, kedalaman pemikiran, serta keberanian menghadapi tantangan justru menjadi nilai yang lebih penting.

Filosofi tersebut kemudian dihubungkannya dengan perjalanan manusia dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Dian meyakini bahwa keberanian dan kebersamaan menjadi modal penting untuk mencapai tujuan yang baik.

“Tapi kalau kita punya keberanian, ada kebersamaan, insyaallah selama tujuan kita baik, kita akan mencapai harapan,” ungkapnya.

Di hadapan peserta pelayaran, Dian juga mengungkapkan rasa bangganya karena memperoleh kesempatan menaiki KRI Dewaruci secara langsung.

Ia mengaku sebelumnya hanya mengenal kapal legendaris tersebut melalui tayangan televisi dan berbagai media.

Pengalaman berada di atas kapal yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pelayaran Indonesia itu menjadi pengalaman tersendiri bagi dirinya.

Dian juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara serta jajaran yang telah memberikan kesempatan mengikuti pelayaran tersebut.

Menutup sambutannya, Bupati Kuningan mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan mengenai satu nakhoda yang disampaikannya menjadi salah satu bagian menonjol dalam sambutan tersebut.

Melalui analogi pelayaran, Dian menekankan bahwa perbedaan arah di antara para pengendali kapal berpotensi menghambat perjalanan menuju tujuan bersama.

Meski demikian, dalam sambutannya Dian tidak secara khusus menyebut pihak ataupun institusi tertentu ketika menyampaikan analogi mengenai banyaknya nakhoda dalam satu kapal.

(Redaksi VOX)