KUNINGAN(VOX) – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan terus memperkuat komitmen dalam penanganan persoalan persampahan melalui pendekatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan sosialisasi dan literasi pengelolaan sampah bagi masyarakat yang diinisiasi oleh Adiluhung Indonesia, bertempat di Kantor Kecamatan Ciawigebang, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pengelolaan sampah saat ini menjadi salah satu isu strategis daerah yang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Wakil Bupati menyampaikan bahwa volume sampah harian di Kuningan saat ini telah melampaui kapasitas daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menuntut adanya perubahan pola pengelolaan sampah, khususnya melalui penguatan peran masyarakat sebagai garda terdepan pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Diperlukan upaya serius dari hulu hingga hilir. Kunci penyelesaian persoalan sampah terletak pada perubahan perilaku masyarakat melalui peningkatan literasi dan kesadaran lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan, apabila pengelolaan sampah di tingkat desa berjalan optimal, maka residu yang masuk ke TPA dapat ditekan hingga kisaran 20–25 persen.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengajak seluruh kepala desa untuk berperan aktif dalam pengawasan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing, termasuk pengelolaan limbah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.

Pada kesempatan yang sama, Founder Adiluhung Indonesia, AA Ade Kadarisman, menjelaskan bahwa Kecamatan Ciawigebang dipilih sebagai lokasi awal program karena memiliki indeks persampahan yang cukup tinggi di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, tingkat kepadatan penduduk serta aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk aktivitas pasar, menjadikan wilayah ini strategis sebagai lokasi percontohan.

Program Adiluhung Indonesia sendiri meliputi social mapping, Focus Group Discussion (FGD) kebijakan, serta kegiatan literasi dan sosialisasi yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, dan komunitas masyarakat.

Sementara itu, Camat Ciawigebang Raden Imam Reapdiantoro melalui Sekretaris Kecamatan Ciawigebang Yudi Rickriyanto menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan volume sampah, tetapi juga kesadaran dan perilaku kolektif masyarakat.

Pihak kecamatan berharap seluruh desa dapat mengimplementasikan hasil kegiatan literasi melalui gerakan nyata di masyarakat, termasuk penguatan budaya pemilahan sampah dari rumah dan optimalisasi pengelolaan daur ulang.

Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis pengelolaan sampah terpadu dapat terwujud secara berkelanjutan guna mendukung kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.***