KUNINGAN(VOX) – Seni tari tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga jembatan lintas budaya. Hal inilah yang diwujudkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah dalam program Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKN KI) di Malaysia melalui pengenalan Tari Kreasi Wonderland kepada anak-anak setempat.

Pada hari ketiga pelaksanaan KKN Internasional, Jumat (23/01/2026), mahasiswa Universitas Muhammadiyah menghadirkan pendekatan edukatif berbasis seni di salah satu Sanggar Bimbingan Belajar di Selangor. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi budaya yang mempertemukan nilai-nilai pendidikan, kreativitas, dan kebersamaan lintas negara.

Tari Kreasi Wonderland dipilih karena karakter gerakannya yang modern, dinamis, dan penuh imajinasi. Tarian ini menggambarkan dunia fantasi yang ceria, sehingga mudah diterima oleh anak-anak. Selain menyenangkan, setiap rangkaian gerakan dirancang untuk melatih koordinasi tubuh, kreativitas, serta kepercayaan diri peserta.

Sebanyak 10 siswa Sanggar Bimbingan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Proses pembelajaran dipandu oleh Nurafni R. Pomide, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo, dan Shinta Nur Sheeva, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kuningan. Keduanya membimbing peserta secara bertahap, mulai dari pengenalan gerakan dasar, penyesuaian irama musik, hingga penggabungan koreografi secara utuh.

Lebih dari sekadar mengajarkan tari, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai duta budaya dan pendidikan Indonesia di tingkat internasional. Melalui seni tari, mahasiswa Universitas Muhammadiyah memperkenalkan nilai kebersamaan, kreativitas, serta kekayaan budaya Nusantara dengan pendekatan yang inklusif dan edukatif.

Program mengajar Tari Kreasi Wonderland ini sekaligus menegaskan bahwa KKN Internasional tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pertukaran budaya yang mempererat hubungan antargenerasi dan antarbangsa. Seni menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan dan membangun pengalaman belajar yang bermakna.***