VOXPOPULI.CO.ID – Sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan resmi diterima Pemerintah Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, dalam seremoni yang berlangsung di Aula Bale Desa Linggamekar, Senin (4/8/2026).

Acara penerimaan dihadiri Kepala Desa Linggamekar Juharaga, S.E., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) O. Rahmat Hidayat, S.Pd.I., M.Ag., Bhabinkamtibmas Desa Linggamekar Bripka Hendratmo, Babinsa, jajaran perangkat desa, Ketua BPD, Ketua LPM, Karang Taruna, unsur organisasi desa, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 6.

Prosesi penerimaan ditandai dengan penyerahan vest KKN dari Dosen Pembimbing Lapangan kepada Kepala Desa Linggamekar, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan vest kepada para mahasiswa sebagai simbol dimulainya pelaksanaan KKN di Desa Linggamekar.

Ketua KKN Kelompok 6, Muhamad Tohirin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Linggamekar yang telah menerima kehadiran mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang merasa paling mengetahui kondisi desa, melainkan ingin belajar sekaligus membangun kolaborasi bersama masyarakat.

“Kehadiran kami bukanlah sebagai pihak yang merasa paling tahu, melainkan sebagai mahasiswa yang ingin belajar, mengabdi, dan berkolaborasi bersama masyarakat. Melalui kegiatan KKN ini, kami berharap dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar dari pengalaman, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Desa Linggamekar,” ujarnya.

Tohirin juga memohon dukungan, arahan, serta kritik yang membangun dari seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaan program KKN selama beberapa pekan ke depan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi desa.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan O. Rahmat Hidayat, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, memahami kebutuhan masyarakat, kemudian berkolaborasi dalam berbagai program yang bermanfaat.

“Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, melihat langsung kondisi di lapangan, serta memberikan kontribusi nyata selama pelaksanaan KKN. Kami juga memohon bimbingan dari pemerintah desa agar pelaksanaan KKN ini berjalan dengan baik,” katanya.

Rahmat menambahkan, pelaksanaan KKN Universitas Islam Al-Ihya Kuningan tahun 2026 dipusatkan di Kecamatan Cilimus dengan penyebaran mahasiswa di sembilan desa, salah satunya Desa Linggamekar.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Linggamekar, Juharaga, S.E., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN sebagai momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.

Ia menjelaskan bahwa Desa Linggamekar merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Linggajati sejak 28 Oktober 1982. Saat ini desa tersebut terdiri atas tiga dusun dengan jumlah penduduk sekitar 2.130 jiwa atau 716 kepala keluarga. Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani, pekebun, dan peternak.

“Kami berharap apa yang selama ini dipelajari di bangku kuliah dapat diimplementasikan di Desa Linggamekar. Mudah-mudahan mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan desa,” ungkapnya.

Juharaga juga mengungkapkan bahwa Desa Linggamekar telah ditetapkan sebagai desa wisata dan saat ini tengah mempersiapkan pengembangan destinasi wisata melalui dukungan pemerintah pusat. Karena itu, ia mengajak para mahasiswa untuk turut berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia selama bulan Agustus.

“Jangan sungkan berbaur dengan masyarakat. Linggamekar terbuka bagi siapa saja. Mari bersama-sama menjaga silaturahmi, kekompakan, dan bekerja sama membangun desa,” pesannya.

Melalui pelaksanaan KKN ini, Pemerintah Desa Linggamekar bersama Universitas Islam Al-Ihya Kuningan berharap tercipta kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.***