KUNINGAN (VOX) – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) melaksanakan kegiatan sosial sekaligus dukungan terhadap pemerataan akses energi dalam momentum Ramadan, di Dusun Palutungan RT 04 RW 10 Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN melalui program Light Up The Dream (LUTD) serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program tersebut merealisasikan pemasangan listrik gratis bagi tiga kepala keluarga kurang mampu serta tiga fasilitas umum, terdiri dari dua Posyandu dan satu PAUD Anggrek di Desa Cisantana.

Secara simbolis, Rokhmat Ardiyan yang juga Kapoksi Komisi XII DPR RI bersama General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyalakan lampu sebagai tanda dimulainya pemanfaatan listrik bagi warga penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Rokhmat menegaskan bahwa akses listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi warga.

“Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi bagian dari kehadiran negara dalam membantu masyarakat. Daya 900 watt yang terpasang hari ini adalah hasil kolaborasi DPR, kementerian terkait, PLN, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di wilayah kerja PLN UID Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya, Cirebon, Ciamis, Banjar, Pangandaran hingga Kuningan, program bantuan listrik gratis terus digencarkan. Di Kabupaten Kuningan sendiri, tercatat sekitar 3.000 sambungan listrik gratis telah terpasang melalui berbagai skema bantuan.

“Harapan kami, masyarakat dapat memanfaatkan listrik secara produktif dan aman. PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan, terlebih di bulan Ramadan saat kebutuhan listrik meningkat,” tambahnya.

Rokhmat juga menekankan bahwa keandalan listrik sangat krusial selama Ramadan untuk mendukung aktivitas ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan sahur dan berbuka puasa.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya Komisi XII DPR RI, dalam mendorong pemerataan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, program BPBL dan Light Up The Dream merupakan bentuk nyata komitmen PLN dalam menghadirkan listrik berkeadilan.

“Program ini bukan sekadar pemasangan listrik gratis, tetapi wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Listrik menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan anak-anak, serta mendukung kegiatan sosial dan ekonomi warga,” ungkap Sugeng.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan PAUD Anggrek, Sri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

“Kami berharap program bantuan listrik dan kegiatan sosial serupa dapat terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Selain pemasangan listrik, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa serta pembagian paket sembako bagi warga kurang mampu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam suasana penuh kebersamaan.

Santunan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moral serta membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula koordinasi dan penguatan sinergitas antar lembaga guna memastikan pasokan listrik selama Ramadan berjalan aman dan lancar. Sinergi antara DPR RI, PLN, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya dinilai penting dalam menjaga stabilitas pelayanan energi.***

Deskripsi Iklan Anda