KUNINGAN, (VOX) – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H Rokhmat Ardiyan, menegaskan bahwa pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat desa, serta pelestarian lingkungan menjadi fokus utama perjuangannya di parlemen. Hal itu disampaikan saat kegiatan reses di Kabupaten Kuningan yang dihadiri mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat di Minara House, Rabu, (17/12).

Dalam pemaparannya, H Rokhmat Ardiyan mengungkapkan masih banyak masyarakat di desa-desa yang hidup dalam keterbatasan, bahkan untuk kebutuhan paling mendasar seperti pendidikan dan listrik. Ia menyebut langsung turun ke kampung dan desa menjadi cara terbaik untuk melihat realitas sosial yang kerap luput dari data formal.

“Saya datang ke desa-desa, dan faktanya masih banyak masyarakat yang susah dan menderita. Ini bukan cerita, ini yang saya lihat sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bantuan pendidikan yang ia perjuangkan bersumber dari uang rakyat dan harus kembali sepenuhnya untuk rakyat. Menurutnya, bantuan tersebut telah menyasar ratusan hingga ribuan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang terancam putus sekolah.

“Uang ini uang rakyat, bukan sponsor. Di satu SD penerima manfaatnya sampai 80 anak, ibunya nangis karena hampir saja anaknya putus sekolah. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata Rokhmat.

Selain pendidikan, persoalan listrik desa juga menjadi sorotan serius. Ia mengungkapkan masih terdapat ribuan rumah di Kabupaten Kuningan yang belum teraliri listrik. Melalui perjuangan anggaran, sebagian besar telah berhasil diperjuangkan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Masih ada lebih dari 4.000 rumah belum dialiri listrik. Alhamdulillah, sekitar 3.500 sudah saya perjuangkan dan ditargetkan selesai Desember ini. Silakan dicek langsung ke desa-desa,” ucapnya.

Di bidang infrastruktur dan layanan kesehatan, H Rokhmat Ardiyan menyebut telah membawa program dan anggaran untuk perbaikan jalan desa, pembangunan puskesmas, hingga dukungan bagi rumah sakit. Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti di pusat kota, tetapi harus menjangkau rumah-rumah warga yang kondisinya memprihatinkan.

“Saya kemarin masuk ke rumah warga, atapnya hampir roboh dan masih ditinggali. Ini kenyataan yang harus kita ubah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya integritas pejabat publik sebagai kunci kemajuan bangsa. Ia meyakini Indonesia akan maju dan sejahtera apabila dikelola oleh pemimpin yang jujur dan berpihak pada rakyat.

“Kalau pejabatnya jujur semua, Indonesia ini negara kaya raya. Masalahnya bukan sumber daya, tapi kejujuran,” ujarnya.

Tak hanya soal ekonomi dan infrastruktur, H Rokhmat Ardiyan memberikan perhatian besar pada isu pelestarian lingkungan. Ia mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam menjaga hutan, sumber air, dan keanekaragaman hayati, termasuk pelestarian burung dan ikan endemik seperti ikan dewa.

“Menanam pohon itu ibadah. Menjaga alam itu ibadah. Kalau kita merusak alam, desa yang pertama hancur,” katanya.

Ia menyebut telah mendatangkan bibit pohon untuk ditanam di kawasan gunung dan daerah resapan air sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber air di Kabupaten Kuningan.

“Saya punya mimpi, Kuningan ini jadi kabupaten yang hijau dan kuat sumber airnya. Walaupun umur saya tidak lama lagi, menanam itu warisan untuk masa depan,” ucapnya.

Menutup kegiatan reses, H Rokhmat Ardiyan menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya doakan adik-adik jadi orang sukses, jadi doktor, jadi profesor, tapi yang paling penting jadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Kegiatan reses tersebut menjadi ruang dialog sekaligus refleksi tentang peran wakil rakyat dalam menjembatani aspirasi masyarakat desa, generasi muda, dan agenda besar pembangunan berkelanjutan di daerah.***